Kamis, 13 Februari 2014

Cerita Kodok

Kodok dan Kucing tiba di persimpangan jalan. Kodok melihat jalan di sebelah kiri sementara kucing melihat jalan disebelah kanan.

"Ke sebelah kiri saja" kata kodok.
"Ke kiri saja yuk" kata kucing berbarengan dengan kodok tadi. Kodok agak terkejut mendengar pilihan kucing. Kodok tahu tadi kucing melihat ke kanan, tapi entah mengapa memilih ke kiri.

Sambil berjalan ke kiri kodok bertanya pada kucing "kenapa kamu memilih ke kiri? Tadi kan kamu melihat jalanan di sebelah kanan?". Kucing menjawab ringan, "karena kamu ada di sebelah kiriku, dok".

Kodok berhenti sejenak sementara kucing masih berjalan riang. Benak kodok langsung melesat ke masa lalu ketika ia masih bersama sahabatnya, si bebek. Bebek adalah sahabat pertama kodok. Mereka berteman sejak kodok masih menjadi kecebong. Kodok kecil yang penakut selalu dilindungi oleh bebek.

Kodok selalu kagum pada bebek. Bebek memiliki bulu yang bersih dan bersinar, tidak kalah dengan angsa. Kodok yang masih kecebong awalnya minder pada bebek, tapi bebek berkata "kalau kamu dewasa kamu akan berubah. Kamu akan bermetamorfosis seperti kupu-kupu". Kecebong senang sekali mendengar ucapan bebek. Ia tahu seperti apa kupu-kupu. Ia tahu betapa cantiknya kupu-kupu. Kecebong tidak sabar ingin terbang, karena bebek pun setelah dewasa nanti akan terbang. Mereka bisa terbang bersama. Ah, bayangan yang menyenangkan.

Tapi setelah dewasa kecebong tidak berubah menjadi kupu-kupu. Ia menjadi kodok. Ia tidak bisa terbang, hanya bisa melompat. Kodok sedih bukan kepalang. Harapannya pupus sudah. Tapi meskipun kodok bukan kupu-kupu, bebek tetap berteman dengan kodok. "Bebek berteman sama kodok karena bebek sayang kodok, bukan karena bebek ingin kodok mau jadi kupu-kupu". Akhirnya mereka pun tetap berteman dan bermain di rawa mereka seperti biasa.

Suatu hari tiba masa dimana bebek dan rombongannya harus terbang. Terbang jauh meninggalkan rawa. Kodok sedih bukan kepalang. Meskipun kodok tahu, tapi ketika saat itu datang ternyata rasanya tetap sedih.

"Bebek ngga bisa ngga ikut terbang?"
"Ngga bisa kodok, bebek harus ikut terbang". Kodok melihat bebek yang terus-terusan mengadah melihat ke langit. Siap untuk terbang bersama teman-temannya. Kodok sedih karena tidak dipilih. Kodok sedih karena tidak siap meskipun tahu tidak akan dipilih. Tapi akhirnya kodok memahami satu hal, seberapa pun besarnya persiapan kita, kita tidak akan bisa benar-benar siap untuk berpisah. Itulah kenapa kita terus menanamkan harapan-harapan tentang "suatu saat pasti bertemu lagi".

Bebek mengucapkan salam perpisahan pada kodok. Saat bebek terbang kodok melompat-lompat. Ia melompat sekuat tenaga, berharap ada keajaiban yang membuatnya jadi kupu-kupu dan menyusul bebek. Tapi tidak bisa. Kodok tetap jadi kodok.

Bebek menjalani jalannya. Mungkin kodok pun juga harus mencari dan menjalani jalannya. Saat itulah kodok mulai memutuskan untuk meninggalkan rawa dan bertualang.


"Kodok kenapa diam?" Tanya kucing yang berbalik. Ia sudah cukup jauh di depan kodok ketika kodok masih melamun sejenak. Kodok tersenyum dan melompat menghampiri kucing. Suatu saat kodok pun akan berpisah dengan kucing. Tapi saat ini adalah saat dimana mereka memilih jalan yang sama. Dan kodok akan menikmati saat-saat ini.

Pilihan: Antara Stuck dan Bergerak.

Meong lagi buka2 satu akun jejaring sosial meong, terus meong liat satu tulisan yg bikin meong ngemeong di alur historis akun meong. Tulisannya gini:

Growth is painful. Change is painful. But nothing is as painful as staying stuck somewhere you don't belong.

Meong merinding karena meong tengah berada dalam situasi itu. Semesta kayak lagi suka nanya meong "kalo meong ngga didesak, apa meong mau bergerak?"

Meong ga pernah suka tumbuh. Meong ga suka berkembang, ga suka perubahan. Meong ga suka lagi ngobrol ama temen terus ngomong "gila udah lama banget ya ternyata?". Waktu itu udah jadi temen sekaligus musuh meong. Sesuatu yang ngga pengen meong lawan tapi sering banget ngelawan meong sampe bikin kesel. Kalo bukan karena waktu, meong mungkin ngga punya "somewhere meong don't belong". Tapi meong ngga bisa benci sama waktu juga. Dia cuma jalanin tugas. Dan meong kagum dia bisa sekonsisten itu. Waktu tuh inspiratif. Kadang dia ngga jahat, dia suka bantu nyembuhin luka yang tadinya sakit banget juga kok. Termasuk luka saat harus mulai bergerak untuk ninggalin tempat yang disuka.

Meong kalah untuk ngga berubah, meong kalah untuk ngga berkembang. Meong akuin stuck di satu tempat tuh ngga enak. Stuck ditempat yg dulunya nyaman, tp karena yang bikin nyaman udah pergi semua meong ngerasa tempat itu ngga nyaman lagi untuk meong. Meong kalah sama perasaan itu dan milih berusaha untuk keluar dari tempat yg udah bukan buat meong lagi.

Sekarang muncul persimpangan menarik didepan mata. Yaa.. dibanding persimpangan lebih cocok jalan bercabang kali ya karena cabangnya banyak. Pilihannya banyak. Meong punya banyak pilihan, tapi meong tau semua pilihan jalan itu berpotensi besar nganter meong ke stagnansi. Apapun jalannya meong akan ngerasa terdesak. Dan meong belum paham banget apa hal yang meong suka, segitu sukanya sampe2 meong akan melakukannya dg senang hati setiap hari.

Jadi sekarang meong kembali pada jurus meong, jalan tanpa pikir panjang dan coba nikmatin petualangan... nanti akan stuck atau bergerak, ya itu kan nanti.

Meong pernah baca komik CMB, di dalemnya temen Shinra yg berkacamata pernah bilang "kita harus milih dg berpikir baik2 untuk dapetin hal yg terbaik". Tapi meong lebih percaya sama hal yg dibilang kakak penjual es serut yg ngerjain Shinra dkk bahwa, "kita memilih bukan karena mencari yang terbaik, tapi karena kita tertarik sama pilihan itu. Kita mau memilih itu". Ngga ada yang bener-bener tau apa yang terbaik, jadi meong mau pilih pilihan yang meong mau.

Senin, 10 Februari 2014

Pengen ngulang waktu

Aduh jadi kepikiran...

Sebelumnya meong bilang dulu ya. Meong tuh gapernah pengen balik ke masa lalu. Pun masa lalunya ngga banget, tapi kalo ngga ada masa lalu itu ngga ada meong yg sekarang. Kesannya klise sih, tapi bener deh. Kalo dulu ngga bodoh, ngga bakal meong dapetin hal2 yg meong dapet sekarang. Dan meong seneng bgt sama hal2 yg meong dapet sekarang. Dan meong puas.

Tapi sekarang meong gatel pengen ngulang waktu. Meong mau ngulang waktu untuk ngga kebingungan, kepanikan, dan dengan santai nyapa temen yg pengen meong sapa tadi pagi. Temen jauh yg jarang ketemu dan ngga pernah ngobrol berdua, akhirnya tadi ketemu. Meong liat dia ngeliatin meong. Meong tau dia kenal meong, masih inget sama meong. Tapi karena meong lagi ngerasa ngga keren, meong pura2 sibuk dan ngga ngeliat dia.

Terus sampe sekarang meong kepikiran.

Meong pengen ngulang waktu sebentar aja buat pede2in diri nyapa dia. Buat ngasitau dia meong inget kok sama dia dan meong pengen jadi temennya.

Yaudahlah ya...