Minggu, 31 Mei 2015

May in a different way

It's not a usual thing for meong to use another language than bahasa indonesia. Ya, a little bit peculiar, but meong think this topic will come out better in this language. Or maybe meong just used to when it come to this topic.

So, today May is over. It's June already. Life goes on, que sera sera. But meong still can't moving on from May yet. This year's May is the most rolling coasting month. You may think we don't know that since this years is only halfway through. But meong know. Whatever happen after May will never beat May.

This year's May is very memorable for meong. In a month (or maybe less), meong feel like learn a lot. Through a lot. Experience a lot. You know, haruki murakami ever said about the storm. That when you come put off the storm, you won't be the same person who walked in. That's what this storm is all about.

So, May is meong's storm. It's kinda ironic for meong, this year's May is. You know, it is May. It should be full of possibility, hope, lots of maybe this maybe that, we could do this, could do that. But this May for Meong is full of regret, inevitable pain, lots of what if, why can't be this, why not that. In May meong realized how lucky meong is, but May told meong that in a very harsh way. Very cruel, very... very... punchy. When it comes to the end of something you like, you always want a little more. Just a little more. Even a very tiny little bit. But May just cut it. No more. This is meong's portion, take what you deserve. Take what have you choosed. Yes, there's something else that can make you happy outside your portion, but since you have choosed don't be greedy or else you'll lose everything.

It's hurt, but in pain we learn something. Something that we never got before, something new. The pain will past and the knowledge will last. Meong will be stronger, will be wiser.

So now meong see May in a very different way. May is a month of intensive learning, a very hard exercise. Meong may not a strong cat, but meong will through all of this with a smile. I hope you will get trhough this with smiling too. Live well you said, meong wish you same as well. We all should be happy after May. We should. Otherwise it's all for nothing.

Sabtu, 30 Mei 2015

Other half dan other kind

Meong pernah cerita-cerita sama temen meong. Meong pernah bilang "meong rasa meong ketemu sama other half --setengahnya meong". Terus abis meong cerita temen meong bilang "dia other half meong, atau other kind of meong -- meong dalam bentuk lain?". Waktu itu meong yakin meong ketemu sama other half. Ada sifat-sifatnya yang mirip meong, ada juga yang beda banget. Sama dia meong ngerasa jadi lengkap. Itu yang meong rasa sebagai perbedaan other half sama other kind. Ngerasa lengkap. ngga masuk akal bisa ngerasa lengkap sama si other kind. Karena logikanya, kalo kita ketemu sama si other kind, seiring dengan kita ngerasain persamaan-persamaan yang menarik, kita juga makin ngerasain kekurangan-kekurangan kita dua kali lipat. Kalo jalan bersama other kind kita, meong ngga yakin meong bakal bahagia. Meong ga yakin akan lebih semenyenangkan waktu kita jalan sama other half.

Tapi yang namanya logika, teori-teori, ngga bakal ada artinya waktu ketemu pengalaman. Pengalaman yang ngasih liat kalo kita tuh unik banget. Kita itu ngga bisa sesimpel itu diprediksi. Kita itu ngga bisa bener-bener yakin sama satu hal yang belum pernah kejadian sama kita, terlepas dari kita tau mana yang bener dan mana yang salah.

Waktu kamu diketemuin sama other half dan other kind dalam waktu yang berdekatan, ternyata kamu ngga bakal langsung ngerasa "ah, ya pasti milih other half lah. Biar completed". Karena meong baru ngerti. Ada perasaan lain waktu ketemu sama other kind. Perasaan yang ngga kalah nagihnya sama "dilengkapi". Ketemu other half, meong ngerasa hidup meong lengkap. Tapi waktu ketemu other kind, Meong ngerasa ngga sendirian. Meong ngerasa ngga kesepian. Dan perasaan anti sepi sama sendiri itu ternyata sama nagihnya sama perasaan dilengkapi. Ada efek kaget yang sama didalemnya. Waktu ketemu other kind, meong ngga nyangka meong bakal ngerasa segitunya. Kayak sebelum-sebelumnya ternyata meong sendirian banget, tapi meong ngga sadar. Dan ketemu other kind meong baru sadar kalo meong segitu sendiriannya. Kalo kita bisa ngerasa segitu kontrasnya pas ditemenin sama yang bener-bener mirip kita. Dan waktu udah tau perasaan ngga sendirian itu, rasanya pasti berat banget buat ngelepasinnya. Buat jadi sendirian lagi. Buat jadi kesepian lagi.

Meong harus jujur, meong agak kaget sama apa yang bisa dibuat hati. Apa yang perasaan kita bisa perbuat ke kita. Hidup itu menarik ya. Kita ngga cuma bener-bener ngga tau apa yang akan dateng, tapi kita juga ternyata ngga bisa tau apa yang akan kita rasain.

Kalo kamu, antara other half dan other kind, akan pilih mana?

Senin, 25 Mei 2015

Tepuk Tangan

Meong baru-baru ini ngerasain punya temen yang ternyata ngga pernah mau temenan sama meong. Meong biasanya tau mana yang mau temenan sama meong mana yang ngga. Tapi meong baru ngerti bahwa orang ngga mau temenan bisa karena berbagai macam hal.

Meong biasanya tau mana yang ngga mau jadi temen meong lewat satu cara. Meong bisa liat waktu kita berdua tepuk tangan. Kalo orang itu ngga mau dan ngga cocok jadi temen meong, tempo tepuk tangan meong dan dia ngga sama dan suaranya ngga padu. Waktu tepuk tangan rame-rame suara gemuruh itu akan kedengeran enak-enak aja. Tapi waktu kita cuma tepuk tangan berdua dengan tempo dan aturan yang berbeda, terus ngga ada yang mau saling selarasin, saat itu meong tau bahwa kalo ngga dia ngga mau temenan sama meong, ya meong yang ngga mau temenan sama dia.

Meong anaknya pilih-pilih. Biasanya meong milih temen berdasarkan perasaan sih. Biasanya kalo dari awal meong ngerasa ngga ada yang pas dari tepukan kita berdua, maka meong ngga bakal mau cape-cape selarasin tepukan. Bahkan kalo meong ngga suka meong bakal ngehindarin untuk selarasin tepukan. Sengaja meong beda-bedain. Jahat? Ngga juga ah, semuanya juga gitu. Disadarin atau ngga, kita emang cuma mau temenan yang tepukannya selaras sama kita.

Sampe akhirnya meong ketemu temen meong yang ternyata bukan temen ini. Dari awal kita tepuk tangan tepukan kita udah selaras. Temponya, ritmiknya, semua enak didenger. Meong suka main tepuk tangan sama dia. Jadilah meong kira dia temen meong. Tapi ternyata meong salah.

Meong baru tau, tepuk tangan ngga cuma sekedar jadi indikator buat cari temen. Meong selalu fokus bahwa tepuk tangan yang selaras nandain kalo mereka berteman. Tapi ternyata ada alasan lain kenapa kita tepuk tangan. Meong baru tau, orang tepuk tangan karena alasan yang beda-beda. Meong, buat nyari tau mana yang temen dan mana yang bukan. Yang lain? Belum tentu. Ada yang mencari saudara, pasangan, kerabat kerja, rekan berpetualang, dll dll. Dan orang yang meong kira temen meong itu punya alasan yang beda sama meong tentang kenapa kita tepuk tangan. Jadi sekarang kita ngga temenan deh.

Saat meong kira meong udah dewasa dan cukup tau banyak hal, ternyata meong masih ngga tau apa-apa. Ngga apa-apa, namanya juga belajar ya, meong. Hehehehee...

Yang benar dan yang mudah

Banyak dari kita memilih untuk menjalani hidup yang mudah. Karena yang meong tau dan percaya, pilihannya cuma dua: yang mudah atau yang benar. Pilihan yang benar sering tidak mudah. Sering banget. Pilihan yang ngga mudah sering terasa benar sama mereka yang ngga kuat menjalani pilihan yang benar. Sering banget.

Meong bukan kucing yang kuat. Meong seriiiing banget memilih pilihan yang mudah. Meong tau itu pilihan yang ngga benar, tapi Meong tetap memilih pilihan yang mudah. Bukan karena Meong seenaknya, tapi Meong bukan kucing yang kuat. Kalau ngga terdesak, Meong pasti memilih pilihan yang mudah. Sampai akhir-akhir ini. Meong berada dalam keadaan yang agak.... bingungin. Jalan yang Meong pilih sekarang ini, Meong ngga tau ini jalan yang benar atau mudah. Terasa benar.... tapi juga terasa mudah. Meong agak takut sama apa yang ada di depan nanti. Kalau ternyata ini jalan yang mudah, Meong takut ngga ada waktu lagi untuk jadi benar. Kalau ternyata ini jalan yang benar, Meong takut ngga akan ketemu lagi jalan yang mudah.

Tapi kayaknya jalan hidup ngga gitu ya. Jalan yang benar dan mudah selalu selang-seling. Pilihan antara benar dan mudah ngga pernah cuma datang sekali.

Meong termasuk anak yang beruntung. Begitu banyak orang-oramg disekitar meong - baik yang masih sejalan atau yang udah berlalu - yang bisa dan kuat memilih menjalani hal yang benar, pun mereka tau itu sulit. Berkali-kali Meong diperlihatkan kalau melakukan hal yang benar itu bukan sesuatu yang selalu menyakitkan, bahwa hal yang benar itu tidak seburuk itu.

Yang Meong tau, kalau sudah dikasih liat contoh begitu banyak, biasanya ujiannya makin dekat. Atau latihannya. Yah, latihan dulu ya pasti, masa belum latihan sudah ujian. Hehehee...

Jadi inilah Meong, mempersiapkan diri untuk latihan memilih mana yang benar dan mana yang mudah. Doakan semoga sukses yaa..

Minggu, 24 Mei 2015

Lihat Diri Sendiri Setahap Lebih Baik

Meong selalu ngga suka liat diri meong sendiri. Selalu ngerasa kurang, selalu ngga puas. Meong tau meong bukan kucing model atau artis video bermata bulat besar dan lentik. Tapi seenggaknya meong juga pengen ngerasa meong spesial. Sementara setiap meong ngeliat diri meong sendiri, meong ngga berhenti mikir kalo meong biasa aja.

Orang-orang di sekitar meong ngga biasa. Mereka unik-unik. Mereka menarik. Meong selalu bangga sama mereka. Rasa bangga yang ngga pernah meong rasain waktu meong liat diri meong sendiri.

Tapi ada temen meong. Dia juga ngeliat dirinya ngga sebagus itu. Dia bahkan ngeliat dirinya jelek banget. Meong ngeliat dia, dia ngga jelek. Dia manis, dia lucu. Dia menarik. Meong ngga bakal temenan sama yang ngga menarik, udah kebiasaan soalnya. Pun begitu, dia tetep ngerasa dirinya jelek. Dia sama kayak meong, tapi level ke-ngga-puas-an dia ke diri sendiri lebih tinggi dari meong.

Meong jadi belajar ngeliat-liat diri meong lagi. Mungkin ini ada hubungannya sama sifat meong. Sifat yang meong tau ngga begitu bagus. Mungkin juga ada hubungannya sama pilihan yang meong sesalin. Kayak antara milih diet apa ngga meong malah milih ngabisin citato ukuran besar tengah malam. Apapun itu, semua bakal dateng waktu meong ngeliat diri meong sendiri. Hasilnya apa yang meong liat tentang diri meong selalu lebih buruk dari apa yang orang lain liat tentang meong. Meong ngerasa meong lebih jelek dan jahat daripada apa yang orang nilai tentang meong.

Hal ini bisa jadi 2 hal, orang-orang ngga tau kalo meong seburuk itu atau meong nilai diri meong terlalu rendah. Kalo meong percaya bahwa orang-orang ga tau meong seburuk itu, itu artinya meong juga percaya bahwa meong ga tau tiap orang yang meong kenal itu lebih buruk daripada apa yang meong lihat. Ngga ah, meong menolak percaya hal itu. Tiap orang yang meong kenal sempurna. Temen-temen meong sempurna dengan caranya sendiri.

Mau ngga mau meong harus belajar buat ngerasa bahwa meong lebih baik dari yang biasanya meong lihat. Meong ngga seburuk itu. Kalo meong ngeluat diri meong sendiri dan ngerasa meong kegendutan, mungkin meong sebenernya belum segendut itu. Tapi buat jaga2, mungkin boleh semalem aja ga makan citato (maaf ngomongin gendut2an terus, lagi sensitif. Hehehe).

Meong rasa apapun yang kita lihat tentang diri kita, kita selalu setahap lebih baik dari yang kita lihat.

Jumat, 15 Mei 2015

"Ngga Mau Temenan Lagi"

"Katanya dia gamau main lagi sama kamu..."

Meong pernah dibilangin gitu. Pas dulu masih kecil, meong punya temen baru. Meong main terus dirumahnya. Tapi suatu hari pas Meong ke rumahnya buat ngajak main, tantenya keluar dan bilang gitu ke Meong.

Meong ga sedih waktu itu, Meong bingung. Meong salah apa? Kok gitu? Kok dia aneh? Terus-terusan Meong mikir gitu sambil jalan pulang. Semakin bingung Meong juga semakin malu. Mungkin itu pertama kalinya Meong terang-terangan ditolak. Meong ditolak sebagai temen. Meong malu, Meong ga cukup baik buat jadi temennya.

Setelah kejadian itu, bertahun-tahun kemudian, Meong ngga pernah ngerasain kayak gitu lagi. Meong dikaruniai kehidupan pertemanan yang sangat menyenangkan oleh Dewa Kucing. Meong ngga pernah berhenti bersyukur dan bahagia udah punya temen-temen Meong. Untuk yang akhirnya ngga jadi temen Meong, kalo ngga Meong yang nolak, ya keadaan yg bikin jauh dan ga deket lagi. Setelah kejadian masa kecil Meong itu Meong ngga pernah lagi terang-terangan ditolak sama yang sudah Meong anggap temen. Meong sudah lupa rasanya ditolak temen, sampai kemarin.

Meong sekarang udah punya pasangan, Mbek namanya. Cerita Meong sama Mbek udah agak panjang dan kita udah berpasangan cukup lama. Meong bahagia sama Mbek dan Meong percaya Mbek ngerasa hal yang sama. Hubungan kami baik-baik aja. Bukan hubungan kami yang mau Meong ceritain, tapi temen baru Meong. Temen yang kayaknya sekarang udah jadi mantan temen.

Namanya Upi, si serigala kusam. Penampilannya yang kusam dan kumal. Bahkan saat dia dalam keadaan rapih pun dia terlihat kusam. Meong rasa auranya yang kusam. Kalau diajak ngomong nada suaranya terdengar bersahabat, tapi orang-orang tidak bisa terlalu dekat sama dia. Dia yang memilih siapa yang boleh mendekati dia dan siapa yang tidak, dan orang-orang menyadari itu. Dia teman baru Mbek dan sempat jadi teman baru Meong. Meong dan Upi sering ngobrol. Sampe ada masa dimana kita sering banget ngobrol, terus Meong ditegur Mbek karena keasyikan ngobrol sama Upi. Upi ini cowo. Tapi Meong ngga pernah liat cewe atau cowo, kalo enak diajak ngobrol yaudah ngobrol aja terus. Meong gatau kalo udah berpasangan ada aturan khusus buat jaga perasaan pasangan, gabisa seenaknya ngobrol lama-lama sama cowo.

Kemaren pas lagi ngobrol-ngobrol sama Upi, ternyata Upi barutau Meong udah berpasangan sama Mbek. Upi bilang gini, "kalo gitu sekarang kita stop ngobrol ya Meong. Ada Mbek, Mbek anak baik. Aku harus jaga perasaannya Mbek". Habis itu sampai sekarang Upi ngga pernah ngobrol sama Meong lagi.

Meong bacanya awalnya bingung. Loh? Kenapa? Emang jadinya harus stop banget? Emang Meong jahat ya? Meong ga baik sama Mbek?

Makin bingung Meong juga makin malu. Perasaan Meong waktu kerumah temen pas masih kecil itu pun dateng lagi. Meong malu ga jadi temen yang cukup baik buat Upi. Tapi yang lebih penting, Meong malu belum jadi pasangan yang baik buat Mbek.

Banyak hal yang dulu Meong dapetin dengan gampang. Temen yang baik yang Meong suka misalnya. Rasanya dulu gampang dan santai banget temenan sama orang-orang yang Meong suka, yang bikin Meong seneng. Meong ngga tau Meong ngga bisa kayak gitu lagi kalo Meong udah punya pasangan.

Meong bandel dan lemot, dan gara-gara itu Meong udah ditolak 2 temen sepanjang hidup Meong. Semoga Mbek ga nolak Meong nanti-nanti. Karena kalo 2 temen itu aja udah bikin Meong bingung dan malu ngga keruan, apakabar kalo Mbek yang pergi nanti. Meong ngga bisa bayangin. Meong ngga mau bayangin.