seumur-umur meong ngga pernah menye-menye karena tamu bulanan. tapi dua hari ini meong super menye banget. dan karena mules-mules males dari perut meong, meong pun mau ngga mau nyalahin tamu bulanan yang katanya jago banget bikin menye. bukan apa-apa ya, menye-nya meong dua hari ini itu tiba-tiba, tanpa sebab yang meong tau pasti, dan rasanya ngga nyaman banget. bawaannya pengen uwo-uwo sendirian. karena ngga ada waktunya makin gundah gulana lah meong.
meong menye-menye karena meong kangen. ngga tau apa tepatnya yang meong kangenin. apa itu masa lalu, atau seseorang, atau suatu hubungan.... atau suasana. atau mungkin meong bukan kangen, tapi pengen. banyak hal yang pengen meong punya. meong pengen punya hubungan yang baik sama beberapa orang, meong pengen deket sama beberapa orang, meong pengen latihan dan main bareng beberapa orang, meong pengen satu dunia sama beberapa orang, meong pengen berkembang, meong pengen terbang, meong pengen manjat pohon yang tinggi, lompat dari atap-atap gedung...
tapi meong ngga bisa. meong ngga bisa ketemu orang yang meong kangenin, ngga bisa berada di keadaan yang meong pengenin.
meong ngerasa ngambang. mules karena nervous. mungkin isi perut meong udah siap banget ninggalin meong. sayang aja mereka ngga bisa eksis sendiri. meong kayak lagi main game. di game itu level tiap 10 level adalah level check point. dan meong kayak lagi kehabisan nyawa pas mau tamatin level 20.... terus baru nyadar meong ngga nge save di level 10. makanya meong harus ulang dari level satu.
kalo ini game, meong akan berhenti main. cari kegiatan lain yang bisa bikin nyesek lupa ngesave ilang. terus pas udah semangat lagi ya main lagi. tapi sekarang meong ngga bisa ngapa-ngapain kalo belom sampe level 20. jadi ya, meong ngerasa ngambang dan ngga nyaman.
tapi balik lagi, mungkin ini gara-gara si tamu bulanan. hehehehee...
Senin, 26 Agustus 2013
Minggu, 25 Agustus 2013
Bangku di Pinggir Danau
Aku berjalan menuju tempat itu. Satu-satunya tempat yg kuingat tiap sesak, tiap ingin menyendiri. Aneh, padahal pertama dan terakhir kali aku berada di tempat itu aku merasa kosong, lega malah.
Tempat itu bangku di pinggir danau. Sering ramai, tapi pada masa tertentu sepi. Termasuk pada masa aku putus dengan mantanku setelah lama berstatus menggantung. Tidak tahu kenapa tiap merasa ingin sendiri aku ingin ke tempat itu. Tapi biasanya tempat itu ramai. Sehingga aku hanya bisa kecewa melihat bangku di pinggir danau dari jauh sambil berkata dalam hati "itu bukan tempatku untuk sekarang".
Biasanya aku langsung mengingatkan diriku untuk tidak ke bangku pinggir danau tiap kuingin, karena percuma. Tapi tidak saat ini. Tanpa berpikir aku berjalan ke sana.
Disana aku bertemu dia. Seorang kenalan jauh yang juga sedang menyendiri. Dia patah hati, aku tahu. Aku dengar kabarnya. Bangku pinggir danau sedang sepi, mungkin dia tidak sengaja menemukannya dan memutuskan mampir. Aku tidak ingin mengganggunya, tapi aku sudah terlalu dekat dengan bangku pinggir danau sehingga tidak sempat mundur menjauh pergi saat dia menengok ke arahku. Dia tampak kaget. Tentu saja. Aku pun canggung.
"Hai..." Dia tidak membalas sapaan canggungku.
"Mungkin lo ngga tau tapi......" Aku tidak tau harus bicara apa
".....that's my spot" kataku sambil mengikuti ucapan salah satu tokoh di serial favoritku. Aku tertawa untuk mencairkan suasana, tapi dia terlihat mengerutkan kening.
"Well, gue rasa lo juga butuh tempat ini... Sendirian... So, gw cabut dulu. Bye!" Aku melambai salah tingkah dan berbalik badan siap berlari sekencang-kencangnya.
"Hey..." Dia memanggilku. Aku pun membalikkan badanku.
"Ngga apa-apa kok kalo lo mau duduk di sini. Gue ngga keberatan sharing" katanya. Aku tersenyum tak enak dan menerima tawarannya dengan berkata "trims".
Aku duduk di sebelahnya dengan jarak yang cukup besar. Aku ingin memastikan bahwa aku tidak mengganggunya dan kesendiriannya. Ia membelakangiku sambil menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku pun menikmati kesendirianku dan membelakanginya. Aku duduk sambil memeluk kakiku erat-erat, mencoba menenangkan diri dari sesak dan mengeluarkan emosiku setenang mungkin. Tangisku susah dibendung, kulepaskan tanpa senggukan. Tapi satu tarikan napasku mengganggu kesendiriannya.
"Lo ngga apa-apa?" Tanyanya. Buru-buru kuhapus air mataku.
"Ng...ga.. Gapapa... Sori sori... Aduuuhhh..."
"Lo kesini mau nangis?" Aku diam mendengar pertanyaannya. Mungkin sebaiknya aku mengaku saja.
"Hahaha... Iya, mau numpang nangis. Cupu ya?"
"Ada masalah?"
"Hmm... Ada......"
"....yaitu...? Mau cerita mungkin? Gue rasa gue udah ngga bisa untuk ngga mau tau nih soalnya... " Aku melihatnya sebentar, berpikir, dan memutuskan untuk cerita.
"Yang ada masalah itu bukan gue. Tapi orang yang gue sayang. Hehehee..."
"Yang ada masalah orang lain, tapi lo yang sedih?" Aku tersenyum geli mendengarnya. Lalu aku menggeleng.
"Orang yang gue sayang, bukan orang lain."
"Oh.... Kenapa orang yang lo sayang itu?"
"Hemmm... Dia lagi sedih. Gue sedih liat dia sedih. Tapi yang bikin gue makin sedih itu gue ngga bisa ngelakuin apa-apa untuk bikin orang itu ngerasa lebih baik." Ini pertama kalinya aku dan dia duduk berdua dan mengobrol tanpa basa-basi. Aku bahkan mencurahkan isi hatiku padanya, suatu kejadian yang tidak pernah kusangka bisa terjadi.
"Lo ngga cupu sih menurut gue, karena gue ke sini pun untuk alasan yang sama. Hahaha" katanya. Aku mendengarkan. Dia melihatku dan memutuskan untuk melanjutkan ceritanya.
"Gue ke sini juga karena orang yang gue sayang." Dia berhenti. Aku berpikir apa yang sebaiknya ku lakukan, apa aku harus mengaku bahwa aku tahu apa yang terjadi antara dia dan perempuan itu, atau aku harus pura-pura bodoh dan membiarkannya cerita padaku.
"...Orang yang lo sayang lagi sedih?" Dan aku memilih untuk pura-pura bodoh.
"I lost her" dia kembali membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya yang panjang.
"Gue kehilangan orang yang gue sayang. Dia jatoh ke tangan cowo lain dan gue ngga bisa ngelakuin apa-apa. Gue ngga peka, gue ngga jaga dia baik-baik, dan akhirnya kecolongan sama orang yg lebih bisa ngehargain dia. It's so....." Dia bingung, memikirkan kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaannya. Aku menatapnya dalam-dalam. Dia tidak sadar, masih sibuk mencari kata.
"...frustrating" kataku. Dia melihatku dengan pandangan kaget. Aku sedikit bingung dengan apa yang terjadi setelah itu, tapi sebelum aku sadar ia menyenderkan kepalanya ke bahuku dan berbisik, "Ya... Frustrating."
Aku diam, tidak melakukan apa-apa. Aku tidak mengusap kepalanya seperti yang ingin sekali aku lakukan. Aku hanya membiarkannya menangis sejenak di bahuku.
Setelah beberapa isakan kecil dia tertawa kecil, mungkin merasa baru melakukan hal yang konyol. Entahlah. Dia mengusap air matanya dalam tunduk, lalu menegakkan kepala sambil berkata, "Hahaha, orang yang lo sayang harusnya tau kalo dia beruntung banget punya lo". Aku tersenyum padanya dan menjawab "ngga, gue lagi yang beruntung bisa sayang sama dia."
Lagi-lagi dia kaget. Dan lagi-lagi hal yang tidak kuduga dia lakukan sebelum aku sempat menyadari apa yang terjadi.
Siang teduh yang sepi di sekitar bangku pinggir danau. Aku dan dia berbagi rahasia kecil di sana. Tempat dimana aku mengakhiri hubungan berubah menjadi tempat hubungan baru berawal.
it's started with his kiss. The one that i love's kiss.
Tempat itu bangku di pinggir danau. Sering ramai, tapi pada masa tertentu sepi. Termasuk pada masa aku putus dengan mantanku setelah lama berstatus menggantung. Tidak tahu kenapa tiap merasa ingin sendiri aku ingin ke tempat itu. Tapi biasanya tempat itu ramai. Sehingga aku hanya bisa kecewa melihat bangku di pinggir danau dari jauh sambil berkata dalam hati "itu bukan tempatku untuk sekarang".
Biasanya aku langsung mengingatkan diriku untuk tidak ke bangku pinggir danau tiap kuingin, karena percuma. Tapi tidak saat ini. Tanpa berpikir aku berjalan ke sana.
Disana aku bertemu dia. Seorang kenalan jauh yang juga sedang menyendiri. Dia patah hati, aku tahu. Aku dengar kabarnya. Bangku pinggir danau sedang sepi, mungkin dia tidak sengaja menemukannya dan memutuskan mampir. Aku tidak ingin mengganggunya, tapi aku sudah terlalu dekat dengan bangku pinggir danau sehingga tidak sempat mundur menjauh pergi saat dia menengok ke arahku. Dia tampak kaget. Tentu saja. Aku pun canggung.
"Hai..." Dia tidak membalas sapaan canggungku.
"Mungkin lo ngga tau tapi......" Aku tidak tau harus bicara apa
".....that's my spot" kataku sambil mengikuti ucapan salah satu tokoh di serial favoritku. Aku tertawa untuk mencairkan suasana, tapi dia terlihat mengerutkan kening.
"Well, gue rasa lo juga butuh tempat ini... Sendirian... So, gw cabut dulu. Bye!" Aku melambai salah tingkah dan berbalik badan siap berlari sekencang-kencangnya.
"Hey..." Dia memanggilku. Aku pun membalikkan badanku.
"Ngga apa-apa kok kalo lo mau duduk di sini. Gue ngga keberatan sharing" katanya. Aku tersenyum tak enak dan menerima tawarannya dengan berkata "trims".
Aku duduk di sebelahnya dengan jarak yang cukup besar. Aku ingin memastikan bahwa aku tidak mengganggunya dan kesendiriannya. Ia membelakangiku sambil menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku pun menikmati kesendirianku dan membelakanginya. Aku duduk sambil memeluk kakiku erat-erat, mencoba menenangkan diri dari sesak dan mengeluarkan emosiku setenang mungkin. Tangisku susah dibendung, kulepaskan tanpa senggukan. Tapi satu tarikan napasku mengganggu kesendiriannya.
"Lo ngga apa-apa?" Tanyanya. Buru-buru kuhapus air mataku.
"Ng...ga.. Gapapa... Sori sori... Aduuuhhh..."
"Lo kesini mau nangis?" Aku diam mendengar pertanyaannya. Mungkin sebaiknya aku mengaku saja.
"Hahaha... Iya, mau numpang nangis. Cupu ya?"
"Ada masalah?"
"Hmm... Ada......"
"....yaitu...? Mau cerita mungkin? Gue rasa gue udah ngga bisa untuk ngga mau tau nih soalnya... " Aku melihatnya sebentar, berpikir, dan memutuskan untuk cerita.
"Yang ada masalah itu bukan gue. Tapi orang yang gue sayang. Hehehee..."
"Yang ada masalah orang lain, tapi lo yang sedih?" Aku tersenyum geli mendengarnya. Lalu aku menggeleng.
"Orang yang gue sayang, bukan orang lain."
"Oh.... Kenapa orang yang lo sayang itu?"
"Hemmm... Dia lagi sedih. Gue sedih liat dia sedih. Tapi yang bikin gue makin sedih itu gue ngga bisa ngelakuin apa-apa untuk bikin orang itu ngerasa lebih baik." Ini pertama kalinya aku dan dia duduk berdua dan mengobrol tanpa basa-basi. Aku bahkan mencurahkan isi hatiku padanya, suatu kejadian yang tidak pernah kusangka bisa terjadi.
"Lo ngga cupu sih menurut gue, karena gue ke sini pun untuk alasan yang sama. Hahaha" katanya. Aku mendengarkan. Dia melihatku dan memutuskan untuk melanjutkan ceritanya.
"Gue ke sini juga karena orang yang gue sayang." Dia berhenti. Aku berpikir apa yang sebaiknya ku lakukan, apa aku harus mengaku bahwa aku tahu apa yang terjadi antara dia dan perempuan itu, atau aku harus pura-pura bodoh dan membiarkannya cerita padaku.
"...Orang yang lo sayang lagi sedih?" Dan aku memilih untuk pura-pura bodoh.
"I lost her" dia kembali membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya yang panjang.
"Gue kehilangan orang yang gue sayang. Dia jatoh ke tangan cowo lain dan gue ngga bisa ngelakuin apa-apa. Gue ngga peka, gue ngga jaga dia baik-baik, dan akhirnya kecolongan sama orang yg lebih bisa ngehargain dia. It's so....." Dia bingung, memikirkan kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaannya. Aku menatapnya dalam-dalam. Dia tidak sadar, masih sibuk mencari kata.
"...frustrating" kataku. Dia melihatku dengan pandangan kaget. Aku sedikit bingung dengan apa yang terjadi setelah itu, tapi sebelum aku sadar ia menyenderkan kepalanya ke bahuku dan berbisik, "Ya... Frustrating."
Aku diam, tidak melakukan apa-apa. Aku tidak mengusap kepalanya seperti yang ingin sekali aku lakukan. Aku hanya membiarkannya menangis sejenak di bahuku.
Setelah beberapa isakan kecil dia tertawa kecil, mungkin merasa baru melakukan hal yang konyol. Entahlah. Dia mengusap air matanya dalam tunduk, lalu menegakkan kepala sambil berkata, "Hahaha, orang yang lo sayang harusnya tau kalo dia beruntung banget punya lo". Aku tersenyum padanya dan menjawab "ngga, gue lagi yang beruntung bisa sayang sama dia."
Lagi-lagi dia kaget. Dan lagi-lagi hal yang tidak kuduga dia lakukan sebelum aku sempat menyadari apa yang terjadi.
Siang teduh yang sepi di sekitar bangku pinggir danau. Aku dan dia berbagi rahasia kecil di sana. Tempat dimana aku mengakhiri hubungan berubah menjadi tempat hubungan baru berawal.
it's started with his kiss. The one that i love's kiss.
Senin, 19 Agustus 2013
Temen Meong ikutan Lieber Blog Award
Meong punya temen, namanya Della. Meong temenan sama
dia karena namanya, bisa jadi dellapan, mirip sama lambing eight ranger.
Infinite.
Della suka ikut proyek-proyek nulis dan sekarang lagi
ikut lomba blog. Salah satu syarat lombanya bikin pertanyaan tentang film dan
tag temen blognya untuk jawab pertanyaan itu. Dia pun ngetag meong.
Meong sebenernya ngga terlalu seneng kalo dikasih
pertanyaan soal film karena terlalu banyak film yang udah meong tonton, dan ngga
sedikit dari mereka yang berkesan dalam. Tapi kalo ditanya sekarang, mungkin
meong akan lebih inget film-film yang baru meong tonton ketimbang yang lama.
Terus abis kelar jawab, post, akhirnya baru inget bahwa ada film lain yang
lebih berkesan dari film yang meong tulis di postingan. Hal yang sama berlaku
juga untuk buku.
Meong biasanya benci perasaan itu, tapi kali ini meong
akan jawab pertanyaan Della dengan mengerahkan seluruh kemampuan meong. Abis
biasanya temen meong jarang minta bantuan. Jadi sekalinya ada yang minta ya
dengan senang hati ^^
MULAI!
- Pertanyaan paling mendasar tapi paling esensial: kenapa suka nonton
film?
Seperti yang pernah
meong tulis di blog, meong nonton karena curhat pasif. Dan perasaan relieved
karena nonton film yang sesuai dengan suasana hati itu bikin ketagihan :3
- Adegan dari film apa yang paling menguras emosi saat nonton? Entah
nangis seember, ketawa sampai 6 packs, marah sampai ke ubun-ubun, takut
sampai ngga bisa tidur sebulan, bikin tercekat dan breathless, atau apa
pun. Dan kenapa?
Pas orang yang
berharga bagi si pemeran utama mati. Entah itu sidekick, keluarga, dll.
Pokoknya yang selama di film orang itu disayang sama tokoh utama, terus
akhirnya mati. Nontonnya kadang ngga nangis sih, tapi hati pasti kacau. Akh!
Jadi sedih meong L
- (Ikut-ikutan Kane) Sebut 5
quotes favorit dalam film, dan film apa aja?
Wah, ini nih…
hahahahaa… meong susun berdasarkan yang meong paling inget ya, bukan yang
paling meong suka… oke…
1.
“Just cause people wanna eat the burger doesn't mean they wanna meet the
cow.” (The Island).
2.
“Of course it is happening inside your head, Harry, but why on earth should
that mean that it is not real?” (Harry Potter and The Deadly Hallows 2).
3.
“There are people who forget what it’s like to be 16 when they turn 17.” (The
Perks of Being Wallflower).
4.
“For here you are, standing there, loving me. Whether or not you should. So
somewhere in my youth or childhood I must have done something good.” (Sound
of Music) àini lirik sih… tapi masih diucapin di filmnya jadi masuk quote dong yaaaa…
5.
“You want to know what I see? Well, I see an angel with a broken wing. I
see a brother who all he got all his life was everything. All the glory, all
the accolades, everything since they were two. I... I see a girl who wants
recognition but just never gets it. yet she has a heart so big, she finds
happiness in seeing her brother receive it all.” (jack and Jill) à semacam agak panjang, ngga apa2 ya
:p
- Film apa yang paling membekas, menginspirasi, mengubah hidup, dan
bikin lo ngga memandang dunia dengan sama lagi? (lebay ya? Haha. Udah,
jawab aja)
BANYAAAAKKK!!!
Hahahaaa… apa ya.. Hmm.. Hmm…
Mungkin yang paling
meong inget Kokuhaku (Confession) ya. Film Jepang
itu banyak yang membekas, menginspirasi. Tapi Kokuhaku itu seru menurut meong
karena bisa memunculkan diskusi, pro kontra, karena penuh sama bias hukum. Bias
tentang bener atau salah. Sampe sekarang meong masih ngerasa nyangkut sama film
itu, tentang siapa yang paling salah atau yang paling bener. Biar udah usaha
untuk mikir “yaudahlah yang udah terjadi terjadilah” tapiiiiii…
- Paling suka film-film dari negara mana? Kenapa?
Kalo meong boleh
milih… Jepang mungkin ya. Setiap negara punya kelebihan sendiri-sendiri sih.
Indonesia seru liat perkembangan sineas mudanya, Barat yaudahlah ya filmnya
banyak yang bermodal. Tapi kalo Jepang itu temanya suka out of the box dan
kebetulan bisa memenuhi selera meong. Selera curhat pasif, ataupun selera
iseng. Heheee…
- Apa 3 film horor paling menyeramkan yang pernah ditonton?
Meong cupu banet nih
kalo ditanya soal horror, abisan takut sama film horror. Disuruh nyebut tiga,
padahal kayaknya yang meong tonton pas tiga deh. Dan semua serem Huhu…
Film yang meong tonton
itu: The Ring (versi jepang), Jelangkung, Pocong 2
- Bayangkan lo dapet tugas ekspedisi ke luar angkasa selama 100 tahun
dan cuma boleh pilih 1 film untuk menemani hari-hari lo selama di sana.
Film apa yang bakal lo pilih? Apa alasannya?
Galileo: Suspect X
yang HD dan ngga ckit-ckit. Meong rasa itu cukup untuk ngatasin semua curhat
pasif meong. Ngomong-ngomong… Meong mau jadi kucing percobaan?!?!?!? Tegaaa~~~
T______T
- Apa film guilty pleasure lo?
WAH! Ini
pengakuan-pengakuanan ya?? Hahahaa… film guilty pleasure meong banyak, tapi
meong pisahin jadi film lokal sama film bule aja ya. Film lokal ada dua: 1).
Ekskul. Film bikinan Nayato Fio Nuala yang sempat menuai kontroversi. Banyak
yang bilang film itu ngga bermutu, menjiplak, dll. Meong ngga tau kenapa tapi
meong menikmati ceritanya. Sedih pas dia bilang (kira-kira) “Dulu gue digantung
disini orang-orang pada ketawa. Sekarang dia gue gantung di sini kok ngga pada
ketawa?!” sama 2). Rasa. Filmnya seru-seru aneh. Kayak low budget tapi
bintangnya bagus-bagus. Yang paling ngga bisa lupa pas pemeran cowonya
(Christian sugiono) mati dan pemeran cewenya (Pevita pearce) semacam… teriak…
sampe merinding. Hehehee…
Film bulenya: Beastly.
Cowonya ganteng, bahkan setelah jadi beast. Hahahaa…
- Sebut 3 film masa kecil paling favorit?
Beauty and The Beast,
Petualangan Sherina dan Battle Royale.
Lebih suka merhatiin scoring dalam
film atau dialog tokohnya?
Dialog… kali ya.
Soalnya suka sama tektokannya.
- Yang paling gampang dan 'standar' deh: apa genre film favorit?
APAAN YA? (malah
susah jawabnya XD) film keluarga sih paling yang meong suka. Soalnya meong
cinta keluarga meong *nyambung-nyambungin xp
Udah ya deeelll… semoga dapet apa gitu. Hahahaa…
Langganan:
Postingan (Atom)