Rabu, 08 Mei 2013

lawakan orang yang lagi berdiri

Jadi, meong lagi suka stand up comedy indonesia. Kompetisi yg bisa kita tonton di salah satu stasiun tivi yg idealis banget menurut meong.

Meong lumayan ngi kutin dari season pertama sih. Soalnya asli lucu banget. Masih keinget pemenang season 1 yg ngomongin sinetron. Saat beli somay aja dikasih back sound.

"Emang se-drama apa sih lo beli somay?! 'Bang beli somay'; 'ngga ada somay neng, adanya.. KENTANG!' JENG JENG JENG!!" Ahahahahaaa~~

Atau kemenangan telak pemenang season 2 di babak ketiga grand final-nya JUGA dengan mengambil tema sinetron.

Ketauan ya selera meong :p

Tapi season 3 tuh jauh banget. Beda banget. Berkesan banget!

Kenapa ya season 3 selalu berkesan? The voice US paling seru pas season 3 *meskipun pemenangnya ga seru ;p*, supernatural klimaks banget bromance-nya di season 3, bones jg cinta-cintaannya kencengnya di season 3. Stand up comedy indonesia ini juga gitu.

Bromance-nya banyak. Adalah abang adek rizki-fico. Rival tapi sayang bene-arie dan fico-muslim (yang kalo boleh jujur adalah duet2 yg awalnya meong perkirain bakal tanding di final).

Cinta-cintaannya? Hmmm... Bukan macem cinta-cintaan cewe cowo kali ya. Tp cinta antar saudara gitu yg kuat.

Tapi yang paling bagus dari season 3 itu adalah dramanya. Meong paling suka dramanya stand up comedy season 3. Kenapa? Karena dramanya ga dibikin dari cerita personal tiap2 peserta yg kasian. Dramanya itu muncul sesimpel karena 18 orang yg jadi peserta itu lucu-lucu. Saat ada kompetisi siapa yang paling lucu, terus semua pesertanya lucu, meong rasa penyisihan beberapa peserta yg dianggap lebih ngga lucu dari yang lain itu cukup emosional.

Misalnya aja pas chandra close mic. Demi deh, meong nonton dari pas audisi, biasanya lucuuuu banget! Apalagi senasib gimanaaa gitu ama meong (eh, curhat). Tapi pada saat dia harus close mic itu emang ga selucu biasanya, ditambah lagi banyak yg lebih lucu.

Sebagai penonton, meong ngerasa udah berat liat close mic sejak muslim close mic. Meong rasa muslim udah lucu, cuma kurang lucu dibanding yang lain. Sedih banget itu.

Tapi puas banget nonton grand finalnya. Meong nyaris aja nonton live, cuma sayang ga dapet tiket. Hohoo..

Grand final itu paket komplit. Satu, Chandra+alison perform lagi. Dua perempuan yg lucunya ga main-main. Dua perempuan pertama (?!) Yang meong rasa joke-nya bisa bikin ketawa ngakak dalam kompetisi itu. Suka banget lawakan alay-jomblonya chandra. Sukaaaaa banget... Ngerasa soalnya. Huahahahahahaa *meong hina* dan alison, padahal ngomong bahasa indonesianya susah, tapi kok materinya lokal banget?! Yang kalo ngebahas kelakuan orang-orang pribumi pas ketemu bule itu keterlaluan benernya. Saking benernya sampe bikin geli. Meong juga suka gitu soalnya ke kucing bule. Caper-caper, SKSD, endingnya ngajak foto bareng XD

Yang bikin puas lagi dari grand final adalah 6 besar komika season 3 itu perform. 6 besar...... Plus kakaknya fico. Hahahahahaa!!!! Agak jauh ya gap-nya, tapi gapapah! Meong seneng! Meong seneng sama si rizki ini, soalnya dia juga aslinya lucu. Gatau sih kadang materinya seabsurd fico-nya, kadang normal banget. Tapi yg meong suka itu pemilihan katanya.

"Nyokap gw satu, anaknya yg lolos dua. Doanya setengah-setengah, kagak PULTENG!" - Full tank woy! =))

Atau "ada satu yg gw pasti menang dr fico. Umur. Gw 21, dia 18. Gw ngepur 3 jg tetep menang" - nge-voor wooy! =))

Dan lain sebagainya. *padahal sebenernyaa meong cuma inget dua itu* Xp

Ada satu lagi favorit meong, namanya alphi. Meong suka karena orangnya suka ketawa-ketawa di atas panggung kalo nge-blank. Awalnya meong kira dia kayak asep-nya season 1. Tapi ternyata anaknya ngga se-skip itu. Kreatif lah. Walopun kalo lagi skip tetep ya..

"Eskalator adalah kemajuan teknologi. Eskalator adalah kemajuan teknologi. Eskalator.......... Adalah kemajuan teknologi. Hehehehehehheheeheee.." Ini kocak asal bisa lanjut. Serem pas gabisa dilanjutin.

Meong juga suka alphi gara2 celetukan-celetukannya.

"Muslim ini jalan-jalan ke minimarket savel. Masuk-masuk tereak 'beli!'"

"Gw anak band tapi anak tunggal. Dimanjain. Ini gimana kalo lg ngeband, di atas panggung, keringetan, eh nyokap gw naik ke atas panggung.. Gantiin kaos dalem!"

"Ga terkenal di kalangan tetangga. Pernah suatu hari gw pulang sekolah, gw ketok pintu rumah, tetangga liat, eh dia nyaut 'bu, ada tamu'"

Bakat bener deh bikin celetukan yang deskripsinya nampol gitu. Ngejelasin bgt omongan dia yg sebelumnya. Ahahahahaa..

Buat season 3 ini tumben-tumbenan meong nungguin acara tivi. Biasanya mah ngikutin takdir, nonton apa yg lagi ada. Atau nonton serial-serial donlotan. Meong ikutin dari 18 besar sampe final. Saking senengnya kemana-mana meong ceritain tuh tentang acara ini ke temen-temen meong. Demang yang ga ngerti joke indonesia aja (kebanyakan nonton acara jepang soalnya) sampe ngakak pas meong ceritain ulang joke-nya anak-anak SUCI 3. Kelar-kelar meong kena post project syndrome dong. Ahahahahahaa!!! *meong super hina*

Project-project siapa, nonton live aja gapernah, pas abis kena sindrom XDDD

Tapi mungkin acara yang bagus tuh kayak gitu ya. Ngga kompetisi, ga serial drama, ngga ekspedisi-ekspedisi, ngga acara kuliner, dan lain-lain. Kalo meong bikin acara, trus acara itu bisa bikin orang yg nonton ngerasa post project syndrome setelah acara itu selesai, meong rasa meong bakal lebih bangga dan puas daripada dapet rating paling tinggi setinggi langit.

Tapi itu mah kata meong, yg boro-boro bikin acara, bikin satu buku aja belum kelar-kelar nih :p

Sedikit-sedikit untuk kodok dan kucing

hihihi... meong jadi malu.

itu kan aslinya meong mau nulis tentang petualangan kodok sama kucing, tapi makin kesini malah ngomongin kucing... terus. meong-sentris banget XD

jadi mau lanjutin cerita kodok sama kucing. sedikit-sedikit yaa.. sedikit-sedikit ^^

tulisan lama emang menyenangkan ya! heheheheee


Dongeng Kucing dan Kambing

"Dongeng Kucing dan Kambing"

suatu hari kucing melewati lapangan berisi sekawanan kambing. mereka bau! kucing sampai mau pingsan. ia melihat para kambing tetap makan dan tidur santai dengan bau seperti itu, maka ia menahan napas dan bertanya kepada salah satu kambing, "apa kalian masih bisa bernapas dengan bau kalian?"

si kambing menjawab, "bau apa?"

"bau kalian! kalian bau tau.. sadar ngga sih?" kucing setengah sebal mengira kambing pura-pura bodoh.

"kami tidak bau tuh. hidungmu yang aneh" jawab kambing santai. setelah itu si kambing melanjutkan makan rumput.

kucing terkesima. kambing hidup dengan baunya sejak ia kecil, tentu saja mereka tidak merasakan bau. hidung mereka telah menjadi lebih kuat. kucing juga mau punya hidung yang kuat seperti hidung kambing!

maka selama beberapa hari kucing melakukan kegiatan bersama dengan para kambing. ia ingin bau-nya seperti bau para kambing. dengan terbiasa berada di lingkungan kambing, ia yakin hidungnya akan menjadi sekuat hidung kambing. kucing tidak peduli tentang seberapa sering ia harus pingsan atau muntah karena tidak tahan dengan bau kambing.

sebulan telah berlalu, kini bau kucing telah sama dengan bau kambing. tapi ada yang aneh. kini ia tidak tahan dengan bau tubuhnya sendiri. hidung kucing kelewat sensitif rupanya.

akhirnya kucing menyadari bahwa berada di dekat kambing, ia bisa berbau kambing. tapi untuk merubah dirinya menjadi kambing, walaupun hanya hidungnya saja, itu tidak akan mungkin.

kini kucing harus menghadapi bau tubuh yang tak bisa ditangani hidungnya sendiri.

Cerita Kucing 2

"Lalu sekarang ikan dimana?" Tanya kodok pada kucing.

"Oh, dia baik-baik saja. Dia tetap berada di dalam akuarium dekat jendela dan majikannya merawatnya dengan baik." Jawab kucing.

"Kenapa kamu tidak mengajaknya berpetualang bersama?" Tanya kodok lagi. Si kucing mengumbar cengirannya.



Sejak kucing dan ikan berteman, kucing sering menghampiri ikan. Kucing senang menceritakan pengalamannya sedangkan ikan gemar mendengarkan. Kucing bercerita banyak hal dari yang bisa diingat ikan. Tak jarang kucing mengulang ceritanya dan ikan tak sadar kalau cerita itu pernah ia dengar sebelumnya. Mereka bersenang-senang selama berminggu-minggu.

Suatu hari kucing ingin belajar berenang biar bisa bersama ikan dalam akuarium itu.
Ikan menolak, "Akuarium ini tak cukup untuk kita berdua, lagian kalau dilihat majikanku kamu akan diusir" katanya.

"Tapi aku ingin agar kita bisa bersama! Pasti menyenangkan! Setelah itu kita bisa bertualang bersama!" Seru kucing bersemangat. Ikan tersenyum pada kucing. Tergoda pada tawaran persahabatan yang begitu kuat, ikan mengijinkan kucing untuk belajar berenang. Kucing membenamkan kepalanya ke akuarium dan mencoba mendorong tubuhnya ke dalam situ. Akan tetapi kucing mengalami kesulitan. Tubuhnya kebesaran untuk akuarium itu. Kini, perutnya tersangkut di mulut akuarium dengan keadaan kepala berada di dalam air. Napasnya makin sesak, ia menggeliat-geliat. Ikan panik dan ketakutan. Teman baiknya sekarat! Tiba-tiba...

"KYAAAAA!! KUCING NAKAL!!! MENJAUH DARI IKANKUUUUUU!!!" Seru seorang manusia yang sayup-sayup terdengar. Sesaat setelah suara itu muncul, kucing merasa tubuhnya dipukuli sebuah batang kayu tumpul. Beberapa pukulan membuat kucing mampu mengeluarkan tubuh bagian atasnya dari akuarium ikan. Sedikit tersedak air, ia berusaha kabur dari sang majikan ikan yang sedari tadi memukulnya dengan tongkat kasti. Kucing berlari secepat mungkin menjauhi ikan dan majikannya.

Keesokan harinya, jendela dekat akuarium ikan ditutup. Kucing mendekatinya dan mencongkel-congkel jendela itu. Untungnya jendela tidak terkunci sehingga kucing berhasil membukanya. Ikan sangat terkejut melihat kucing.

"Halo! Aku mau berpetualang, kamu mau ikut?" Kata kucing dengan sangat ceria, seolah kemarin tidak ada kejadian apa-apa. Ikan lega karena kucing masih ingin mengunjunginya, tapi mendengar ajakan kucing tadi membuat ikan tersenyum lemah.

"Kurasa itu bukan ide yang baik. Bagaimana caranya menggerakkan akuarium ini keluar dan berjalan tanpa memecahkannya?" Kata ikan.

Kucing berpikir. Akhirnya ia sepakat dengan ikan.

"Yah, toh di sini kamu punya majikan yang amat menyayangi kamu" ucap kucing sambil nyengir.

"Aku minta maaf karena kemarin majikanku memukulmu.." Ikan mengungkapkan penyesalannya.

"Aku yang minta maaf karena memaksa untuk belajar berenang di akuariummu! Si majikan pasti sangat khawatir melihatnya. Berani taruhan, ia pikir pasti aku ingin memakanmu! Ahahahaaa..."

"Terimakasih karena ingin belajar berenang." Ikan tersenyum pada kucing. Itu adalah kalimat terakhir yang ikan ucapkan pada kucing. Setelah itu kucing berjalan sendiri, sampai akhirnya bertemu kodok.



Begitulah kisah kucing dan ikan yang diceritakan oleh kucing dengan senang dan bangga. Kucing suka sekali dengan ikan karena ikan telah menjadi sahabatnya.

"Sebenarnya aku bingung kenapa ikan berterima kasih padaku karena aku belajar berenang. Padahal kan gara-gara itu aku dan ikan jadi dimarahi majikannya." Curhat kucing pada kodok. Kodok mengangkat bahu.

"Eh, kucing..." Kodok sepertinya ingin menyampaikan pertanyaan pada kucing.

"Yap?"

"Daripada kamu belajar berenang, kenapa kamu tidak menyuruh ikan berjalan saja waktu itu?" Pertanyaan kodok ini membuat kucing berpikir keras. Beberapa menit kemudian kucing tertawa keras sekali...

"Iya yah?! Kenapa tidak kusuruh dia berjalan saja ya?!" Seru kucing penuh keterkejutan dan ketakjuban. Lucu juga karena dulu dia tidak kepikiran ide itu.

"Ikan itu lemah ya?"

"Tidak kok, hanya saja dia cuma mampu mengingat sedikit hal..."

"Punya kaki?"

"Tidak. Oh! Mungkin itu sebabnya aku tidak menyuruhnya..........." Dan suara kodok-kucing semakin menjauh, seiring dengan semakin jauhnya kaki mereka membawa diri mereka ke tempat yang mereka tuju; entah dimana tempat itu ;)

Cerita Kucing 1

Kodok melompat diikuti kucing dan cerita-ceritanya sepanjang perjalanan mereka. Kodok sangat senang dengan cerita-cerita kucing. Perjalanan mereka menuju "Belum Kutentukan" ternyata sangat paaaaaaanjaaaaaaaaang. Cerita kucing membuat perjalanan itu menjadi ringan. Kucing sering membuatnya tertawa. Kadang tertawa biasa, tapi ada juga yang sampai membuat kodok tertawa terbahak-bahak.

Kucing ternyata memiliki banyaaaak sekali pengalaman. Sepertinya dia sudah keliling dunia berkali-kali dan bertemu jutaan makhluk. Dia pernah bertemu burung merpati yang sedang berduaan, anjing galak terantai yang terus menggonggong, tikus dan keluarganya yang banyak dan terorganisir, lalat yang mencoba merebut makanannya, kupu-kupu yang sangat angkuh sebelum kucing membuka rahasia dari masa lalunya dan lain sebagainya. Tapi cerita paling berkesan adalah cerita kucing saat berteman dengan ikan dalam akuarium dekat jendela.

Suatu hari kucing melihat seekor ikan mas koki. Ikan itu sendirian, berenang-renang bingung di dalam sebuah akuarium bundar yang diletakkan di dekat jendela. Kucing tergoda untuk mengajaknya bermain.

"Halo!" Sapa kucing.

"Hai..! Wah, kaget! Siapa yah?" Jawab si ikan.

"Aku kucing. Kamu siapa? Kenapa kamu bisa didalam air?? Mau kukeluarkan?" Kucing langsung mencecar ikan dengan pertanyaan bertubi-tubi. Dia tak bisa menyembunyikan ketertarikannya.

"Aku ikan... JANGAN KELUARKAN AKU! Kalau aku keluar aku bisa mati!" Ikan itu langsung melotot panik saat kucing bersiap memasukkan kaku depannya ke dalam akuarium untuk mengeluarkan ikan.

"Darimana kamu tahu? Memang kamu pernah coba?"

"Sering. Dua minggu sekali akuariumku dibersihkan. Tiap akuarium ini dibersihkan aku harus keluar. Tapi tak lama. Aku dipindahkan ke ember berisi air juga. Tiap kali keluar dari air aku tak bisa bernapas. Napasku membaik tiap aku kembali berada di dalam air..." Ikan mencoba menjelaskan pada kucing.

"Ohya? Makhluk aneh! Aku sih justru akan mati kalau hidup seperti kamu. Hahahaa!!" Kucing makin merasa tertarik pada ikan. Bagi kucing dia berbeda, dan berbeda itu menarik!

"Aku tau. Aku sering liat yang seperti kamu, bernapas di udara. Majikanku juga bernapas di udara."

"Seingatku malah kamu satu2nya hewan yang bernapas di air!"

Ikan menghela napas. Gelembung2 udara keluar dari tubuhnya, "Ah, benar. Mungkin itulah mengapa aku merasa kesepian..."

"Kamu tau? Aku pernah bertemu kupu-kupu yang sangat senang karena merasa menjadi satu-satunya hewan yang cantik. Harusnya kamu juga senang menjadi satu-satunya hewan yang bisa bernapas di air!"

"Jadi satu-satunya itu artinya kita cuma sendirian... Apa yg menyenangkan dari menjadi sendirian?"

"Ng... Ngga juga. Satu-satunya berarti spesial loh..."

"Dan sendirian."

"Kalo kamu sendirian, aku ini apa dong?" Si kucing nyengir. Ikan melihatnya dan tersadar, daritadi dia tidak merasa kesepian.

Jadi, mulai dari saat itu kucing berteman dengan ikan dalam akuarium di dekat jendela.

Kodok dan kucing

Rawa itu sepi sejak bebek pergi meninggalkan teman satu2nya disana, kodok. Kodok pun bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah lama bingung, ia memutuskan untuk pergi dari rawa juga.

Dalam perjalanan kodok bertemu kucing. Kucing sangat bingung melihat kodok. Kodok merasa terancam, seketika itu juga kucing bersiap menerkamnya dengan cakar2. Kodok melompat menghindar ketakutan. Kucing pun terlihat makin heran.

"Kamu kenapa lompat-lompat? Ribet banget! Coba berjalan saja yg lebih mudah", kata kucing pada kodok. Sekarang gantian kodok yang heran. Kucing coba mencontohkan dan kodok perlahan mengikuti. Berkali-kali kodok mencoba, tapi dia tidak bisa berjalan.

"Aku melompat saja..." Kata kodok sopan.

"Oh, oke. Aku bingung saja kenapa ada yang mau melakukan hal sulit seperti melompat padahal ada hal yg lebih mudah seperti berjalan. Apa pahamu tidak pegal?" Si kucing menanggapi.


"Pahaku tidak pegal, justru sakit saat mencoba berjalan tadi" jawab kodok.

"Benarkah? Aneh..."

Kodok melihat kucing. Kucing dengan mudah berjalan. Kodok melihat dirinya. Dia dengan mudah melompat.

"Iya aneh, kenapa satu hal bisa menjadi sangat mudah bagi satu orang tapi jadi sangat sulit untuk yang lain?" Kodok bertanya-tanya.

"Yasudahlah... Kamu siapa dan mau kemana?" Tanya kucing.

"Aku kodok, mau kemana? Ng... Belum kutentukan..." Jawab kodok sedikit ragu.

"Aku kucing, dan berhubung kamu terlihat menyenangkan aku ikut kamu saja. Ayo bersama kita menuju 'Belum Kutentukan' itu!! ^0^" ucap kucing riang. Kodok pun senang.

Cerita-cerita meong!

meong akhirnya nengok lagi ke sumber tulisan meong dulu. Banyak cerita yang pengen meong bagi di sini, karena meskipun meong nulisnya dulu, tapi rasanya masih sama kayak sekarang. kayak cerita mata, cerpen-cerpen meong, sampe cerita curhat pasif.

udah meong duga meong emang pernah cerita tentang curhat pasif!! XD

beberapa cerita dari sumber tulisan meong yang dulu mau meong pindahin ke sini. karena untuk cerita-cerita yang pengen meong ceritain, meong pengennya cerita itu ada di satu sumber aja. hehehee...

selamat menikmati kisah nostalgia meong~~

curhat pasif (original version - 2011)

Dulu, meong suka banget curhat. meong nulis di satu buku, meong cerita detail tentang satu hari yg meong laluin dan meong slalu nulis tiap hari. Buku-nya tuh buku tulis biasa. Yg agak penjang,bukan yg kecil. Kayak buku "campus" gitu deh. Setiap tahun meong nempel buku baru stelah buku lama habis dan skarang buku curhat itu udah bertumpuk lima. Skarang udah 2 tahunan meong ga nulis lagi. Sempet ga ngerti kenapa. Dulu setiap ada kejadian seru, atau galau dikit, meong pasti nulis di buku itu. Skarang meong nulis kalo terpaksa. Dan kegiatan nulis meong selama dua tahun ini ya cuma nyatet, ngerjain tugas sekolah. Eh,kalo tugas bahkan banyakan ngetik ding... (kucing  update ya meong ini :3)

Meong ga terlalu suka sama diri meong yg skarang ini. Knapa bahkan buat ngeluarin uneg2, yang mana meong sendiri yg bakal untung, meong jd males sendiri gini. Trus meong baca lg tulisan2 meong selama lima tahunan itu. meong kaget. Nothing has change. Meong ga berubah jd makin dewasa dlm 5 tahun. Kadang kita takjub sama perubahan, tp baca buku itu bikin meong takjub tentang betapa ga berubahnya meong.

Apa aja yg bikin meong seneng, apa aja yg bikin meong sedih, apa topik yg paling bikin meong smangat buat cerita, smuanya sama. Meong ngapain aja ya 5 tahun sama buku itu dulu? Ga heran kalo meong sempet mikir jangan2 itu alasan knapa meong ga suka nulis lagi. Mungkin buku itu ga ngasih meong perubahan di saat meong butuh. Mungkin kmaren2 ada saat dimana mental meong udah mikir percuma nulis lagi.

Tapi meong percaya ada alesan lain lagi. Dan alesan itu meong temuin baru2 ini.

Jostein gaarder pernah ngungkit satu hal menarik di "perpustakaan ajaib bibbi bokken" dimana dia melihat ada penjahat yg pengen memboikot hari buku jadi serangan media televisi......... Atau semacamnya (agak lupa). Meong rasa itu sangat menggambarkan betapa anak-anak sekarang lebih suka nonton daripada baca dan nulis,padahal baca dan nulis itu lebih ngasah otak. Tapi baca dan nulis itu kegiatan aktif, dan menonton itu pasif. Saat seseorang termanjakan sama kegiatan pasif, kerjaan aktif pasti bakal kerasa lebih berat dr sebelumnya.

Hubungannya sama meong? Selama dua tahun terakhir meong suka banget nonton. Dorama jepang, taiwan, korea, barat, apa aja. Meong emang suka nonton, tp meong rasa dua tahun ini meong lebih aktif nyari bahan tontonan.

Meong rasa waktu meong nonton, meong ga cuma nyari hiburan atau ngisi waktu luang. Meong rasa meong jg nyari jawaban. Tau ga sih, kalo kita nonton adegan yg situasinya lg mirip sama situasi kita skarang, kita bakal ngerasa lg curhat sama tontonan itu. Dan setiap masalah dalam drama fiksi itu selalu ada pemecahannya. Karena itu meong slalu semangat abis nonton sesuatu yg keadaannya mirip sama keadaan meong. Meong ngerasa dimengerti dan disemangati tanpa harus cerita. Tapi pernah ada juga saat meong udah ngopi serial drama dan film bejibun, tp meong ga selera nonton semua itu. Dr episod pertama abis meong ga mau lanjut ke episod berikutnya, atau stop di tengah2.
 

Meong sadar kalo tontonan itu mewakili perasaan. Mau keadaannya sefiksi apapun, perasaannya pasti nyata. Perasaan yg diwakili tontonan itu pasti real, pasti ada di kehidupan nyata. Tinggal kita milih, mau "nonton" perasaan yg kaya gimana? Itu sebabnya ada film/serial yg suka meong tonton dan ada yg ngga. Meong rasa meong memilih berdasarkan perasaan yg diwakili tontonan meong, apa sama dengan yg meong rasain apa ngga. Dan untuk rasa yg sama, meong ngerasa meong kayak bisa ga ngaku kalo meong sememalukan itu dan tetep dimengerti. Meong ngerasa curhat tanpa harus cerita. Makanya meong bilang itu tuh curhat pasif.

Meong rasa meong keenakan curhat pasif. Dan ternyata ga cuma nonton, meong juga curhat pasif dg cara membaca. Tentu aja minat baca meong menurun, krn itu skarang meong cuma bisa minat sama komik. Meong rasa minat meong ke novel berkurang jauh, tp kalo baca komik meong baca sekaligus ngeliat ekspresi tokoh2nya dr gambar. Meong gaperlu melakukan kegiatan aktif kayak "membayangkan". Untuk perasaan, rasanya sama kayak nonton. Dimengerti tanpa harus cerita, dan selalu disemangati atau ditenangkan.

Meong rasa itu jawaban knapa smenjak dua tahun ini meong slalu rajin ke rental komik, atau walopun komik udah 20ribuan meong tetep beli 6-7 komik per bulan, atau kesana kemari nyari dorama, begitu ada serial dorama yg meong suka meong langsung nyari dan minta temen nyariin.

Meong gatau ini bahaya apa ngga, tp curhat pasif itu rasanya jelas lebih enak daripada curhat aktif. Tapi kalo terlalu pasif, apa ga nantinya meong bakal "dimakan" sama yg aktif ya? Karena yg aktif itu fiksinya... Apa meong nantinya bakal hidup di dunia fiksi?

Rabu, 01 Mei 2013

For the rose dan meong‏

Di sini ada yang tau komik for the rose ga? Kalo ngga, meong mau ceritain. Karena meong suka cerita, meong mau ceritain dari kalimat "meong suka banget baca komik".
 
Jadi, meong suka banget baca buku komik. Komik yang meong baca kebanyakan komik jepang. Meong rasa meong baca komik dari sejak meong masih super cilik. Dari jamaan baca buku bergambar buat bantu belajar baca. Eh, keterusan sampe sekarang sukanya baca buku yang ada gambarnya. Buku komik kan banyak tuh gambarnya, jadi meong suka.
 
Meong suka sama imajinasi komikus jepang. Okelah kadang-kadang terlalu liar memang ya. Tapi pengalaman-pengalaman baca komik itu luar biasa berwarna. Ranger black favorit meong suka baca komik. Katanya "anak-anak itu harus baca komik. Komik itu bagus sebagai media pendidikan, banyak nilai2 baik yang ditanamkan dalam komik."
 
Ya, meong ini anak didik komik *dan tivi :p* yang moga2 aja ga bikin malu ya. Sebagian besar masa kecil dan masa abege meong telah meong habiskan dengan belajar sekaligus curhat pasif sama komik. Tapi sampe sekarang hidup meong baik-baik aja, ngga terbelakang. Dan yang paling penting, meong bisa ngerti banyak hal yang dulunya ngga bisa dimengerti. Komik itu selalu punya pendapat unik yang biasanya ngga dipikirin sama orang biasa. Pendapat yang kalo kita bahas di masyarakat luas mungkin banyak yang akan bilang "kenapa sih harus dipikirin yang kayak gituan?"
 
Contohnya ya komik for the rose ini. Meong ngga mau ngomongin detail tentang alur ceritanya. Itu mah cari di wiki-wikian juga dapet. Yg meong suka adalah, ada satu momen dimana seorang tokoh menceritakan masa kecilnya. Ceritanya sih biasa aja, ngga sok sedih sok memprihatinkan sok kasian itu tuh ngga. Tapi ceritanya dia itu anak yg lahir dari orang tua yg bercerai, tinggal sama papanya, lalu papanya nikah lagi sama perempuan lain. Ibunya artis yang cuek banget sama anaknya. Intinya sejak papa dan mama tirinya punya anak lagi, mama tirinya jadi fokus ngurusin anak kandungnya. Bahkan kalo anak kandungnya nangis, mama tirinya suka nyalahin si tokoh ini.
 
Yg menarik adalah mama tirinya dan orang-orang dewasa di sekitarnya suka ngomongin si tokoh ini. "Bandel ya.. Mamanya ngga ngurusin sih..." "Untung mama tirinya mau ngerawat" dan lain sebagainya. Mereka ngomong di depan si tokoh ini dengan pikiran kalo si tokoh ini masih kecil.
 
Si tokoh ini bilang pas lagi cerita, kurang lebih dia bilangnya gini "orang-orang pikir anak kecil ga akan merhatiin apa yg mereka omongin. Ga bakal ngedengerin. Makanya mereka suka ngomong seenaknya di depan anak-anak. Tapi sbenernya anak-anak itu bisa denger loh. Kita ngerti."
 
Hati meong mencelos mengingat masa kecil meong dimana sering banget orang-orang dewasa saling bergunjing di depan meong. Saat si A lagi sama B, dia ngomongin C. Tapi saat A lagi sama C, mereka ngomongin si B. Dan mereka ngomongin itu semua di depan meong tanpa sungkan. Mereka bahkan suka ngomongin tentang mama majikan meong.
 
Dulu meong anggep itu menarik. Banyak hal yang orang dewasa itu omongin yang awalnya meong ngga ngerti sama sekali. Tapi meong ngga pernah lupa. Meong ngga pernah lupa isi omongan mereka, ekspresi mereka saat ngomongin hal itu, meong inget. Seiring dengan waktu meong berkembang, dan hal-hal yang dulu meong ngga ngerti pun akhirnya jadi meong mengerti. Di saat itu meong ngerasa seru banget, karena ngerasa udah belajar hal baru. Terus meong selalu melatih kepekaan meong sambil pura-pura tidak peduli. Mereka pikir meong ga denger, tapi ternyata meong tau semua rahasia mereka. Dan itu suatu kepuasan sendiri buat meong.
 
Tapi abis baca for the rose itu meong baru ngeh, betapa dikecilkannya anak-anak kecil oleh orang dewasa. Mungkin ngga semua orang dewasa begitu ya. Tapi sejak itu meong jadi sering mikirin. Pokoknya kalo meong udah dewasa, meong ngga mau ngomong sembarangan di depan anak kecil. Kalo ada yang bilang "ah, anak kecil tau apa sih?", meong bisa jawab dengan yakin bahwa anak kecil tau lebih banyak dari yg kamu tau ;3