Senin, 25 Juni 2012

yang beda kenapa dibeda-bedain?

meong suka bingung deh sama kita semua. iya, kita. yang hidup di dunia.

kita semua saling tau lah kalo kita itu beda-beda. karena kita beda, tapi kita ngga bisa hidup sendiri, ktia mengelompok-lompokkan diri kita sesuai dengan orang-orang yang sama kayak kita. tapi yang meong bingungin adalah kenapa setelah kita ngelompok-lompokkin itu, kita jadi ngebeda-bedain kelompok kita dan kelompok lain?

misalnya aja perempuan dan laki-laki. meong masuk kelompok perempuan dan meong tau betul kita-kita ini beda banget sama laki-laki. biar banyak ilmu yang bila perbedaan itu karena konstruksi sosial, tapi ga bisa dipungkirin bahwa ada hal dimana perempuan dan laki-laki itu emang beda banget sampe-sampe bisa dikelompokkin sejelas itu, ya liat aja struktur biologisnya (azek! pinter ya omongan meong ^w^)

yaudah kan tuh tau perempuan badannya kayak apa, laki-laki kayak apa. tapi terus kenapa kalo perempuan badannya begini, kita harus ngelakuin hal-hal "lumrah perempuan" dan kalo laki-laki badannya begitu mereka harus ngelakuin hal-hal yang "lumrah laki-laki"? meong kasian sama laki-laki yang pengen ngelakuin hal-hal yang "lumrah perempuan" dan sebaliknya. karena dibedai-bedain sampe apa yang harus dikerjain kayak gitu, jadinya kasian.

terus yang lahir sama kelamin ganda gimana? apa dia ngga berhak dapet kehidupan sosial yang layak? ga boleh suka sama orang karena ga jelas harus suka perempuan atau laki-laki?

terus kenapa perempuan lebih sering takut pasangannya selingkuh daripada laki-laki? kenapa banyak perempuan yang mati-matian jaga penampilan sedangkan banyak laki-laki yang ngga segitunya? emangnya perempuan ngga ngeliat bagus nggaknya fisik laki-laki? emangnya kalo fisik laki-laki jadi jelek, perempuan masih suka? sama aja kan sebenernya, yang namanya makhluk hidup mah kalo tambah jelek ya tambah ganggu mata.

agama juga sama, jelas beda-beda ajarannya. yaudah kan udah tau, tinggal pilih mau percaya sama agama mana. bahkan bisa milih untuk ngga percaya. nah kalo udah tau kayak gitu kenapa masih banyak yang suka saling ngebeda-bedain agamanya sama agama orang lain? kalo kita sadar bahwa kita segini percayanya sama agama kita, kenapa kita ngga mikir bahwa orang yang agamanya lain itu juga mungkin segitu percayanya sama agamanya itu? kenapa kita ngga mempercayai agama kita secara sederhana? apa Tuhan ngga suka cinta yang sederhana? apa Tuhan memang mau kita berseteru dengan orang-orang yang ngga percaya Dia? meskipun mereka itu Dia juga yang bikin?

banyak hal ngga masuk akal di dunia ini. meong kasian sama tumbuhan. mereka beda, tapi ngga pernah ngebeda-bedain. mereka cuma diem ngeliat kita semua saling ngebeda-bedain apa yang udah beda ini. tumbuhan itu mungkin makhluk paling manis yang pernah Tuhan ciptain di dunia. ngga banyak omong, tapi ekspresinya penuh makna. ngga mempermasalahkan perbedaan antara mereka, justru memilih untuk hidup dengan cara mereka sendiri. manusia bisa mengelompokkan mereka dan memberi makna sendiri-sendiri terhadap mereka, tapi makna hidup mereka ya mereka sendiri yang tau. ngga mereka sebar ke orang-orang.

meong yakin sebenernya mereka berusaha ngungkapin dengan cara mereka, bahwa perbedaan yang ada itu ngga nunjukin siapa yang lebih baik dari siapa. kayak tumbuhan, ada tumbuhan beracun, tapi ada juga tumbuhan obat. ada juga tumbuhan obat yang bisa jadi racun. mereka semua beda, tapi mereka ngejalanin hidup mereka tanpa saling debat siapa yang lebih baik antara racun, obat, dan racun-obat. tapi sayangnya masih belum ada orang yang bisa denger kata-kata tumbuhan.

kenapa perbedaan harus bikin seseorang jadi lebih baik dari orang lain? satu kelompok lebih baik dari orang lain? kita itu lucu. kita sendiri sadar bahwa kita bukan makhluk sempurna, dan butuh orang lain. tapi kita terus ngebanding-bandingin perbedaan kita sama orang-orang yang kita butuhin.

meong sendiri, meong nulis ini ngga mau diliat sebagai binatang atau manusia, laki-laki atau perempuan. meong pengen nulis ini karena meong makhluk hidup. karena meong ngga mau dibeda-bedain sama temen-temen meong. meong ya meong aja, emang udah beda kan sama orang lain?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar