Ulang tahun. Meong pernah ngalamin dua tahap dalam menyikapi ulang tahun. Satu: merayakan dengan penuh syukur dan bahagia. Dua: menganggap hari itu sebagai hari yang ngga penting dan merasa konyol saat merayakannya.
Tahap pertama berlangsung saat meong masih kecil sampe abege. Menurut meong hari ulang tahun adalah berkah yang dewa kasih untuk masing-masing umatnya. Dewa kucing kasih kita satu hari dalam setahun dimana pada hari itu orang-orang inget kita. Temen-temen kita mikirin kita sehingga mereka kasih kado. Orang tua kita sayang kita sehingga mereka mau bikinin pesta, atau memberi modal untuk meong main sama temen-temen meong. Hari itu adalah hari dimana meong bisa puas main, meong disayang banyak orang, diperhatiin banyak orang, dipikirin banyak orang. Dan meong sangat seneng.
Tahap kedua berlangsung beberapa tahun belakangan ini, dimulai sejak meong ngga juga sukses untuk tes manjat sampe sekarang. Setiap tahun berlangsung sia-sia, meong ngga berkembang. Seketika itu juga ulang tahun ga bermakna sama kaya dulu. Meong merasa konyol merayakan ulang tahun. Meong merasa konyol merayakan pertambahan usia sementara meong sendiri ngga berkembang. Meong berhenti merayakan ulang tahun. Meong berhenti berpikir ulang tahun adalah sesuatu yang spesial.
Belakangan ini meong sering mendengar pro kontra seputar ulang tahun. Dimana di satu sisi ada yang merayakan ulang tahun besar-besaran, di sisi lain ada yang merasa hari dimana kita mendekati kematian ngga seharusnya dirayain.
Meong yang sekarang jadi berpikir lagi. Meong rasa meong yang di tahap satu ngga sepenuhnya salah, dan meong yang di tahap dua juga ngga salah. Meong rasa meong bener bahwa hari ulang tahun itu hari dimana setiap individu spesial. Tapi kalo menyikapi kespesialan itu dengan cara pesta besar-besaran, meong rasa meong di tahap dua juga bener. Itu konyol.
Hari ulang tahun itu adalah satu hari dalam setahun dimana meong sebagai diri sendiri inget bahwa meong lahir pada tanggal segitu. Selain itu, meong juga inget udah berapa lama meong hidup. Meong rasa kita semua butuh reminder udah berapa lama kita hidup, sehubungan dengan udah berapa besar makna kita di dunia. Udah berapa banyak hal bagus yang kita bikin. Udah berapa jauh keinginan yang kita capai.
Meong rasa meong pernah sampai di tahap dua karena meong merasa belum mencapai banyak, sementara temen-temen lain yg seumuran meong udah pada melanglangbuana di dunia baru, stage baru, level baru. Meong mungkin malu. Tapi meong ngga benci sama hari ulang tahun meong. Soalnya biarpun meong udah ngga ngerayain ulang tahun lagi, meong tetep masih dapet kado dari temen-temen meong. Sama kaya kalo mereka ulang tahun, meong kasih mereka kado. Sama kayak meong mikirin mereka, mereka juga mikirin meong setidaknya pada hari ulang tahun. Dan saat meong dapet kado ulang tahun itu, meong ga bisa denial pura-pura ga seneng atau biasa aja. Meong pasti sangat seneng dan bersyukur.
Beberapa orang menentang keras perayaan ulang tahun karena buang-buang uang dan ga bermakna. Sedikit banyak meong setuju sih. Tapi buat meong, ulang tahun itu emang harus dirayain sama diri sendiri. Kalo meong mikir "setahun lagi meong mau masuk dunia baru, stage baru, level baru" dan target-target itu kesampaian di tahun depan, maka meong bisa rayain ulang tahun di tahun depan dengan kesenangan yang beda dari tahun sebelumnya. Meong rasa hal tersebut lebih menarik dari sekedar pesta ulang tahun maupun larangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar