Mimpi. Satu hal yang paling meong sukain. Mimpi. Ngga harus jadi nyata, terserah mau bilang apa, meong cuma suka mimpi itu sendiri. Mimpi itu indah. Meong jarang ketemu kenyataan yang lebih indah dari mimpi. Jadi sampe sekarang mimpi masih jadi favorit meong.
Mungkin udah sifat meong menyukai hal secara diam-diam. Pelan-pelan. Simpan di hati aja. Begitu pula perasaan meong pada mimpi. Selalu meong simpan rapi secara diam-diam di dalam hati. Meong punya mimpi. Dan meong memilih untuk ngga ngejar mimpi itu sampe sekarang. Belum. Kadang meong merasa mau mengejar. Kadang gejolak itu ada untuk memaksa meong berlari. Tapi waktu meong berlari cukup jauh dalam kenyataan mimpi terlihat makin menghilang dari depan mata. Meong selalu ngerasa semakin meong simpan di hati semakin indah dan nyata mimpi itu terasa.
Tapi hari ini gejolak untuk mengejar mimpi itu datang lagi. Gejolak yang mengingatkan meong bahwa ada perbedaan antara mimpi yang terasa nyata dan mimpi yang menjadi kenyataan. Gejolak yang memberitahu meong untuk kembali mencoba, setidaknya mencoba untuk melangkah lagi mengejar mimpi. Mungkin mimpi akan kembali menghilang lagi dalam pengejaran kali ini, tapi meong percaya ngga ada yang sia-sia. Pengejaran yang udah meong cicil, meskipun lambat, tapi langkah-langkah yang meong buat pasti akan mendekatkan meong sama mimpi meong.
Mungkin meong bukan mereka yang berhasrat tinggi untuk berlari mencapai mimpi, atau mereka yang tekun mengurangi jarak antara mereka dengan mimpi hari demi hari. Meong cuma seorang pemimpi, yang menikmati indahnya bermimpi dan terkadang penasaran untuk mengubahnya menjadi nyata. Sampai saat itu datang ya entah kapan. Tapi sekarang, meong sedang ingin menyatakan mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar