Kali ini meong mau ngomong hal yang seriusan dikit. Meong mau ngomongin manusia. Udah lama meong ngamatin mereka, dan ga jarang meong mikir mereka makhluk yang ngebingungin.
Manusia itu susah, tapi manusia juga ngga bisa hidup sendiri. Karena ngga bisa hidup sendiri mereka ngobrol sama sesamanya. Berusaha untuk diakui sesamanya. Mengikat tali dengan sesamanya. Padahal mereka sendirian aja udah susah. Susah tambah susah tuh ruwet jadinya. Tapi kadang kejadiannya ngga gitu juga.
Kadang ada manusia yang mengikat tali sama sesamanya dan jalan bareng dengan mudah. Mereka memilih teman, memilih pasangan, dan sejak mereka berteman dan berpasangan dunia terlihat lebih mudah buat mereka. Kadang ada yanga terlihat ringan dan simpel waktu jalan bersama. Kadang ada yang ngga usah capek-capek berusaha menjaga supaya tali tetap terikat karena ngga ada pihak yang pernah berusaha melonggarkan tali. Dan waktu ada masa dimana mereka berjauhan dan merasa bahwa tali melonggar, mereka tinggal bertatapan dan mengerti bahwa tali itu ngga pernah bisa lepas dr mereka. Dan mereka pun senang.
Tapi kadang, bagi manusia lain, menjaga tali itu lebih susah dari yang manusia lain bayangkan. Bisa aja mereka sering berantem sama sahabat mereka, sama pasangan mereka. Tiap berantem tali itu melonggar, tiap didiemin terlalu lama tali itu pun melonggar. Menjaga tali agar tetap terikat bisa jadi hal yang sangat berat dan menantang bagi manusia-manusia ini. Terus kenapa dong mereka tetep mau menjaga tali itu?
Nah meong baru nemu alasannya beberapa saat terakhir ini. Manusia itu susah, tapi hangat. Mau punya otak yang besar pun mereka tetep hangat. Pada dasarnya manusia itu juga hewan, jadi mereka juga sering memutuskan banyak hal pake perasaan mereka. Cuma perasaan mereka sedikit lebih pinter daripada hewan-hewan lain. Nah untuk milih sama antara sesamanya yang mau mereka ikat dan mereka ajak jalan bersama itu mereka pake hati mereka yang pinter itu. Manusia sering banget ngeibaratin perjalanan mereka kayak berlayar. Dalam mereka memilih teman dan pasangan, mereka melihat mana yang bisa mereka ajak berlayar. Terus mereka merasakan mana yang terasa benar untuk diajak berlayar.
Agak bingungin karena emang agak susah. Tapi kadang ada dua manusia yang jadi temen atau pasangan padahal mereka sifatnya beda banget. Tapi pada satu titik mereka ngerasa partnernya itu bisa ngebawa mereka berlayar ke suatu tempat yang baik, entah itu tempat yang mereka inginkan atau tempat yang menarik atau ada kesepakatan antara keduanya untuk nyasar bersama.
Di sisi lain ada dua manusia yang bisa jadi sangat mirip dan sangat cocok, tapi mereka ngga akan berpartner. Sekilas mereka keliatan oke buat berlayar bareng, tapi dua manusia itu bisa ngerasain bahwa mereka ngga bakal kemana-mana kalo bersama. Mereka bisa saling mendistraksi dan gagal berlayar. Kalo emang mereka ngga apa-apa untuk ngga berlayar ya ngga masalah, tali bisa terikat disana. Tapi kebanyakan manusia itu pengennya berlayar, ngeliat laut, main dari satu pulau ke pulau lain, ngerasain badai dan melaluinya bersama. Manusia mengikat tali dengan sesamanya cuma karena mau berlayar.
Tapi kayak yang meong bilang, manusia itu susah. Karena kadang waktu meong ngerasa gini, nantinya ada aja manusia yang ngelakuin hal yang gitu. Apapun itu, mengamati manusia emang hobi favorit meong selain tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar