Rabu, 08 Mei 2013

Cerita Kucing 2

"Lalu sekarang ikan dimana?" Tanya kodok pada kucing.

"Oh, dia baik-baik saja. Dia tetap berada di dalam akuarium dekat jendela dan majikannya merawatnya dengan baik." Jawab kucing.

"Kenapa kamu tidak mengajaknya berpetualang bersama?" Tanya kodok lagi. Si kucing mengumbar cengirannya.



Sejak kucing dan ikan berteman, kucing sering menghampiri ikan. Kucing senang menceritakan pengalamannya sedangkan ikan gemar mendengarkan. Kucing bercerita banyak hal dari yang bisa diingat ikan. Tak jarang kucing mengulang ceritanya dan ikan tak sadar kalau cerita itu pernah ia dengar sebelumnya. Mereka bersenang-senang selama berminggu-minggu.

Suatu hari kucing ingin belajar berenang biar bisa bersama ikan dalam akuarium itu.
Ikan menolak, "Akuarium ini tak cukup untuk kita berdua, lagian kalau dilihat majikanku kamu akan diusir" katanya.

"Tapi aku ingin agar kita bisa bersama! Pasti menyenangkan! Setelah itu kita bisa bertualang bersama!" Seru kucing bersemangat. Ikan tersenyum pada kucing. Tergoda pada tawaran persahabatan yang begitu kuat, ikan mengijinkan kucing untuk belajar berenang. Kucing membenamkan kepalanya ke akuarium dan mencoba mendorong tubuhnya ke dalam situ. Akan tetapi kucing mengalami kesulitan. Tubuhnya kebesaran untuk akuarium itu. Kini, perutnya tersangkut di mulut akuarium dengan keadaan kepala berada di dalam air. Napasnya makin sesak, ia menggeliat-geliat. Ikan panik dan ketakutan. Teman baiknya sekarat! Tiba-tiba...

"KYAAAAA!! KUCING NAKAL!!! MENJAUH DARI IKANKUUUUUU!!!" Seru seorang manusia yang sayup-sayup terdengar. Sesaat setelah suara itu muncul, kucing merasa tubuhnya dipukuli sebuah batang kayu tumpul. Beberapa pukulan membuat kucing mampu mengeluarkan tubuh bagian atasnya dari akuarium ikan. Sedikit tersedak air, ia berusaha kabur dari sang majikan ikan yang sedari tadi memukulnya dengan tongkat kasti. Kucing berlari secepat mungkin menjauhi ikan dan majikannya.

Keesokan harinya, jendela dekat akuarium ikan ditutup. Kucing mendekatinya dan mencongkel-congkel jendela itu. Untungnya jendela tidak terkunci sehingga kucing berhasil membukanya. Ikan sangat terkejut melihat kucing.

"Halo! Aku mau berpetualang, kamu mau ikut?" Kata kucing dengan sangat ceria, seolah kemarin tidak ada kejadian apa-apa. Ikan lega karena kucing masih ingin mengunjunginya, tapi mendengar ajakan kucing tadi membuat ikan tersenyum lemah.

"Kurasa itu bukan ide yang baik. Bagaimana caranya menggerakkan akuarium ini keluar dan berjalan tanpa memecahkannya?" Kata ikan.

Kucing berpikir. Akhirnya ia sepakat dengan ikan.

"Yah, toh di sini kamu punya majikan yang amat menyayangi kamu" ucap kucing sambil nyengir.

"Aku minta maaf karena kemarin majikanku memukulmu.." Ikan mengungkapkan penyesalannya.

"Aku yang minta maaf karena memaksa untuk belajar berenang di akuariummu! Si majikan pasti sangat khawatir melihatnya. Berani taruhan, ia pikir pasti aku ingin memakanmu! Ahahahaaa..."

"Terimakasih karena ingin belajar berenang." Ikan tersenyum pada kucing. Itu adalah kalimat terakhir yang ikan ucapkan pada kucing. Setelah itu kucing berjalan sendiri, sampai akhirnya bertemu kodok.



Begitulah kisah kucing dan ikan yang diceritakan oleh kucing dengan senang dan bangga. Kucing suka sekali dengan ikan karena ikan telah menjadi sahabatnya.

"Sebenarnya aku bingung kenapa ikan berterima kasih padaku karena aku belajar berenang. Padahal kan gara-gara itu aku dan ikan jadi dimarahi majikannya." Curhat kucing pada kodok. Kodok mengangkat bahu.

"Eh, kucing..." Kodok sepertinya ingin menyampaikan pertanyaan pada kucing.

"Yap?"

"Daripada kamu belajar berenang, kenapa kamu tidak menyuruh ikan berjalan saja waktu itu?" Pertanyaan kodok ini membuat kucing berpikir keras. Beberapa menit kemudian kucing tertawa keras sekali...

"Iya yah?! Kenapa tidak kusuruh dia berjalan saja ya?!" Seru kucing penuh keterkejutan dan ketakjuban. Lucu juga karena dulu dia tidak kepikiran ide itu.

"Ikan itu lemah ya?"

"Tidak kok, hanya saja dia cuma mampu mengingat sedikit hal..."

"Punya kaki?"

"Tidak. Oh! Mungkin itu sebabnya aku tidak menyuruhnya..........." Dan suara kodok-kucing semakin menjauh, seiring dengan semakin jauhnya kaki mereka membawa diri mereka ke tempat yang mereka tuju; entah dimana tempat itu ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar