"Lalu sekarang ikan dimana?" Tanya kodok pada kucing.
"Oh, dia baik-baik saja. Dia tetap berada di dalam akuarium dekat jendela dan majikannya merawatnya dengan baik." Jawab kucing.
"Kenapa kamu tidak mengajaknya berpetualang bersama?" Tanya kodok lagi. Si kucing mengumbar cengirannya.
Sejak
kucing dan ikan berteman, kucing sering menghampiri ikan. Kucing senang
menceritakan pengalamannya sedangkan ikan gemar mendengarkan. Kucing
bercerita banyak hal dari yang bisa diingat ikan. Tak jarang kucing
mengulang ceritanya dan ikan tak sadar kalau cerita itu pernah ia dengar
sebelumnya. Mereka bersenang-senang selama berminggu-minggu.
Suatu hari kucing ingin belajar berenang biar bisa bersama ikan dalam akuarium itu.
Ikan menolak, "Akuarium ini tak cukup untuk kita berdua, lagian kalau dilihat majikanku kamu akan diusir" katanya.
"Tapi
aku ingin agar kita bisa bersama! Pasti menyenangkan! Setelah itu kita
bisa bertualang bersama!" Seru kucing bersemangat. Ikan tersenyum pada
kucing. Tergoda pada tawaran persahabatan yang begitu kuat, ikan
mengijinkan kucing untuk belajar berenang. Kucing membenamkan kepalanya
ke akuarium dan mencoba mendorong tubuhnya ke dalam situ. Akan tetapi
kucing mengalami kesulitan. Tubuhnya kebesaran untuk akuarium itu. Kini,
perutnya tersangkut di mulut akuarium dengan keadaan kepala berada di
dalam air. Napasnya makin sesak, ia menggeliat-geliat. Ikan panik dan
ketakutan. Teman baiknya sekarat! Tiba-tiba...
"KYAAAAA!! KUCING
NAKAL!!! MENJAUH DARI IKANKUUUUUU!!!" Seru seorang manusia yang
sayup-sayup terdengar. Sesaat setelah suara itu muncul, kucing merasa
tubuhnya dipukuli sebuah batang kayu tumpul. Beberapa pukulan membuat
kucing mampu mengeluarkan tubuh bagian atasnya dari akuarium ikan.
Sedikit tersedak air, ia berusaha kabur dari sang majikan ikan yang
sedari tadi memukulnya dengan tongkat kasti. Kucing berlari secepat
mungkin menjauhi ikan dan majikannya.
Keesokan harinya, jendela
dekat akuarium ikan ditutup. Kucing mendekatinya dan mencongkel-congkel
jendela itu. Untungnya jendela tidak terkunci sehingga kucing berhasil
membukanya. Ikan sangat terkejut melihat kucing.
"Halo! Aku mau
berpetualang, kamu mau ikut?" Kata kucing dengan sangat ceria, seolah
kemarin tidak ada kejadian apa-apa. Ikan lega karena kucing masih ingin
mengunjunginya, tapi mendengar ajakan kucing tadi membuat ikan tersenyum
lemah.
"Kurasa itu bukan ide yang baik. Bagaimana caranya
menggerakkan akuarium ini keluar dan berjalan tanpa memecahkannya?" Kata
ikan.
Kucing berpikir. Akhirnya ia sepakat dengan ikan.
"Yah, toh di sini kamu punya majikan yang amat menyayangi kamu" ucap kucing sambil nyengir.
"Aku minta maaf karena kemarin majikanku memukulmu.." Ikan mengungkapkan penyesalannya.
"Aku
yang minta maaf karena memaksa untuk belajar berenang di akuariummu! Si
majikan pasti sangat khawatir melihatnya. Berani taruhan, ia pikir
pasti aku ingin memakanmu! Ahahahaaa..."
"Terimakasih karena
ingin belajar berenang." Ikan tersenyum pada kucing. Itu adalah kalimat
terakhir yang ikan ucapkan pada kucing. Setelah itu kucing berjalan
sendiri, sampai akhirnya bertemu kodok.
Begitulah kisah
kucing dan ikan yang diceritakan oleh kucing dengan senang dan bangga.
Kucing suka sekali dengan ikan karena ikan telah menjadi sahabatnya.
"Sebenarnya
aku bingung kenapa ikan berterima kasih padaku karena aku belajar
berenang. Padahal kan gara-gara itu aku dan ikan jadi dimarahi
majikannya." Curhat kucing pada kodok. Kodok mengangkat bahu.
"Eh, kucing..." Kodok sepertinya ingin menyampaikan pertanyaan pada kucing.
"Yap?"
"Daripada
kamu belajar berenang, kenapa kamu tidak menyuruh ikan berjalan saja
waktu itu?" Pertanyaan kodok ini membuat kucing berpikir keras. Beberapa
menit kemudian kucing tertawa keras sekali...
"Iya yah?! Kenapa
tidak kusuruh dia berjalan saja ya?!" Seru kucing penuh keterkejutan dan
ketakjuban. Lucu juga karena dulu dia tidak kepikiran ide itu.
"Ikan itu lemah ya?"
"Tidak kok, hanya saja dia cuma mampu mengingat sedikit hal..."
"Punya kaki?"
"Tidak.
Oh! Mungkin itu sebabnya aku tidak menyuruhnya..........." Dan suara
kodok-kucing semakin menjauh, seiring dengan semakin jauhnya kaki mereka
membawa diri mereka ke tempat yang mereka tuju; entah dimana tempat itu
;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar