Kodok melompat diikuti kucing dan cerita-ceritanya sepanjang
perjalanan mereka. Kodok sangat senang dengan cerita-cerita kucing.
Perjalanan mereka menuju "Belum Kutentukan" ternyata sangat
paaaaaaanjaaaaaaaaang. Cerita kucing membuat perjalanan itu menjadi
ringan. Kucing sering membuatnya tertawa. Kadang tertawa biasa, tapi ada
juga yang sampai membuat kodok tertawa terbahak-bahak.
Kucing
ternyata memiliki banyaaaak sekali pengalaman. Sepertinya dia sudah
keliling dunia berkali-kali dan bertemu jutaan makhluk. Dia pernah
bertemu burung merpati yang sedang berduaan, anjing galak terantai yang
terus menggonggong, tikus dan keluarganya yang banyak dan terorganisir,
lalat yang mencoba merebut makanannya, kupu-kupu yang sangat angkuh
sebelum kucing membuka rahasia dari masa lalunya dan lain sebagainya.
Tapi cerita paling berkesan adalah cerita kucing saat berteman dengan
ikan dalam akuarium dekat jendela.
Suatu hari kucing melihat
seekor ikan mas koki. Ikan itu sendirian, berenang-renang bingung di
dalam sebuah akuarium bundar yang diletakkan di dekat jendela. Kucing
tergoda untuk mengajaknya bermain.
"Halo!" Sapa kucing.
"Hai..! Wah, kaget! Siapa yah?" Jawab si ikan.
"Aku
kucing. Kamu siapa? Kenapa kamu bisa didalam air?? Mau kukeluarkan?"
Kucing langsung mencecar ikan dengan pertanyaan bertubi-tubi. Dia tak
bisa menyembunyikan ketertarikannya.
"Aku ikan... JANGAN
KELUARKAN AKU! Kalau aku keluar aku bisa mati!" Ikan itu langsung
melotot panik saat kucing bersiap memasukkan kaku depannya ke dalam
akuarium untuk mengeluarkan ikan.
"Darimana kamu tahu? Memang kamu pernah coba?"
"Sering.
Dua minggu sekali akuariumku dibersihkan. Tiap akuarium ini dibersihkan
aku harus keluar. Tapi tak lama. Aku dipindahkan ke ember berisi air
juga. Tiap kali keluar dari air aku tak bisa bernapas. Napasku membaik
tiap aku kembali berada di dalam air..." Ikan mencoba menjelaskan pada
kucing.
"Ohya? Makhluk aneh! Aku sih justru akan mati kalau hidup
seperti kamu. Hahahaa!!" Kucing makin merasa tertarik pada ikan. Bagi
kucing dia berbeda, dan berbeda itu menarik!
"Aku tau. Aku sering liat yang seperti kamu, bernapas di udara. Majikanku juga bernapas di udara."
"Seingatku malah kamu satu2nya hewan yang bernapas di air!"
Ikan menghela napas. Gelembung2 udara keluar dari tubuhnya, "Ah, benar. Mungkin itulah mengapa aku merasa kesepian..."
"Kamu
tau? Aku pernah bertemu kupu-kupu yang sangat senang karena merasa
menjadi satu-satunya hewan yang cantik. Harusnya kamu juga senang
menjadi satu-satunya hewan yang bisa bernapas di air!"
"Jadi satu-satunya itu artinya kita cuma sendirian... Apa yg menyenangkan dari menjadi sendirian?"
"Ng... Ngga juga. Satu-satunya berarti spesial loh..."
"Dan sendirian."
"Kalo kamu sendirian, aku ini apa dong?" Si kucing nyengir. Ikan melihatnya dan tersadar, daritadi dia tidak merasa kesepian.
Jadi, mulai dari saat itu kucing berteman dengan ikan dalam akuarium di dekat jendela.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar